DPR AS Loloskan 'Amunisi' Akhiri Shutdown, Permintaan Trump Diabaikan

Kubu Demokrat tampaknya tak mau membuang waktu memanfaatkan kekuatan baru mereka di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat, apalagi setelah veterannya, Nancy Pelosi, terpilih sebagai Ketua DPR.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 04 Januari 2019  |  11:10 WIB
DPR AS Loloskan 'Amunisi' Akhiri Shutdown, Permintaan Trump Diabaikan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA – Kubu Demokrat tampaknya tak mau membuang waktu memanfaatkan kekuatan baru mereka di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat, apalagi setelah veterannya, Nancy Pelosi, terpilih sebagai Ketua DPR.

Pada Kamis (3/1/2019) waktu setempat, DPR AS menyetujui perundang-undangan yang akan mengakhiri masa penutupan sebagian layanan pemerintahan (partial government shutdown) yang telah berlangsung selama 13 hari.

Tak hanya itu, DPR AS juga mengabaikan permintaan Presiden Donald Trump untuk anggaran pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko senilai US$5 miliar.

Gedung Putih telah mengeluarkan ancaman veto terhadap dua bagian perundang-undangan tersebut, tetapi itu tidak menghalangi kubu Demokrat.

Perundang-undangan yang dimaksud mencakup rancangan undang-undang untuk mendanai Departemen Keamanan Dalam Negeri hingga 8 Februari, menyediakan anggaran sebesar US$1,3 miliar untuk pagar perbatasan dan US$300 juta untuk kepentingan keamanan perbatasan lainnya termasuk teknologi dan kamera.

Adapun bagian kedua akan mendanai lembaga-lembaga federal lainnya yang sekarang tidak didanai di antaranya Departemen Pertanian, Dalam Negeri, Transportasi, Perdagangan dan Keadilan, hingga 30 September, akhir tahun fiskal berjalan.

“Kita tidak membangun tembok. Itu tidak ada hubungannya dengan politik. Itu ada hubungannya dengan tembok yang merupakan amoralitas antar negara. Ini cara berpikir yang kuno. Tidak efektif dari segi biaya,” jelas Pelosi kepada awak media pada Kamis malam, seperti dilansir dari Reuters.

DPR sebelumnya pada hari itu telah secara resmi memilih Pelosi sebagai Ketua-nya. Pelosi menjadi satu-satunya wanita yang pernah bertindak sebagai Ketua DPR dan akan memimpin lembaga ini yang berisikan anggota-anggota paling beragam dalam sejarah, termasuk wanita dan kaum Latin.

Sebagai Ketua DPR, Pelosi berwenang untuk memimpin oposisi Demokrat terhadap agenda Trump dan melakukan penyelidikan terhadap pemerintahannya. Dua tahun sebelumnya, DPR AS didominasi oleh Partai Republik yang sebagian besar seiya sekata dengan agenda Trump.

Pada hari yang sama, Trump sekonyong-konyong tampil di dalam ruang briefing Gedung Putih, didampingi sejumlah anggota serikat mewakili agen patroli perbatasan yang mendukungnya sebagai presiden pada pemilu 2016.

Dia mengucapkan selamat kepada Pelosi atas terpilihnya wanita berusia 78 tahun ini sebagai Ketua DPR dan mengharapkan agar terjalin kerja sama di antara mereka.

“Tembok itu, Anda dapat menyebutnya penghalang, Anda dapat menyebutnya apa pun yang Anda suka, tetapi pada dasarnya kita membutuhkan perlindungan di negara kita,” kata Trump kepada wartawan, tanpa menjawab pertanyaan lebih lanjut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
shutdown, Donald Trump

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top