Ada Kabar Penembakan di Nduga Papua, Ini Perintah Presiden Jokowi ke Panglima TNI & Kapolri

Presiden Joko Widodo langsung memerintahkan Panglima TNI Hadi Tjahjanto  dan Kapolri Tito Karnavian untuk meninjau wilayah Nduga, Papua, setelah adanya peristiwa penembakan 31 pekerja PT Istaka Karya.
Amanda Kusumawardhani | 04 Desember 2018 12:28 WIB
Prajurit Satgas Pembangunan Jalan Trans Papua Denzipur 12/OHH Nabire dan Denzipur 13/PPA Sorong Zeni TNI AD (POP 1) mengoperasikan alat berat untuk mendorong truk menaiki tanjakan dalam pembangunan jalan di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, Rabu (23/3/2016). - Antara/Sigid Kurniawan

Kabar24.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo langsung memerintahkan Panglima TNI Hadi Tjahjanto  dan Kapolri Tito Karnavian untuk meninjau wilayah Nduga, Papua, setelah adanya peristiwa penembakan 31 pekerja PT Istaka Karya.

instruksi tersebut diakuinya untuk memastikan kabar penembakan yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) karena kabar yang diterimanya masih simpang siur sehingga harus dipastikan detil kejadiannya.

"Kejadiannya itu terjadi di Kabupaten Nduga. Dulu memang warnanya merah [daerah rawan]. Saya dulu pernah ke sana. Saya perintahkan tadi pagi ke Panglima dan Kapolri untuk dilihat dulu karena masih simpang siur, karena sinyal di sana enggak ada. Apa betul kejadian seperti itu," katanya di Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Meski dia menyayangkan aksi penembakan tersebut di tengah upaya pemerintah membangun Papua, Jokowi  mengakui bahwa pembangunan infrastruktur di Papua cukup sulit jika melihat medannya yang menantang dan situasi keamanan yang sangat rawan. 

Setelah diketahui motif dan detil kejadian penembakan tersebut, Jokowi masih berkomitmen bahwa pembangunan infrastruktur di Papua akan berlanjut karena upaya tersebut memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Papua.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Pol Muhammad Iqbal membenarkan terjadi insiden pembunuhan 31 pekerja dari PT Istaka Karya oleh kelompok kriminal bersenjata, Minggu 2 Desember 2018.

"Wakapolri akan landing di sana untuk melakukan analisa situasi keamanan di Papua. Namun situasi Papua, Papua Barat misalnya relatif kondusif. Hanya saat ini konsentrasi di Nduga. Dari pagi kita sudah bergerak ke lokasi," tutur Iqbal.

Iqbal menjelaskan selain Wakapolri, Kapolda serta Pangdam juga telah tiba di TKP untuk menghitung jumlah korban pasti serta menyelamatkan korban yang masih hidup. Iqbal memastikan Kepolisian akan mengambil tindakan tegas terhadap KKB yang kini tengah dalam proses pengejaran.

Akibat kejadian ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  menghentikan proyek pembangunan jembatan pada jalan lintas Trans Papua di Segmen 5. Pekerja-pekerja konstruksi yang terbunuh tersebut diketahui tengah mengerjakan proyek jembatan di Kali Yigi (Km 102+525) dan Kali Aurak (Km 103+975). Lokasi ini terletak di ruas jalan yang menghubungkan Wamena - Habema - Nugi - Kenyam- Batas Batu- Mumugu.

Secara keseluruhan ada jembatan dengan panjang bentang beragam di ruas sepanjang 278 kilometer tersebut. Dari jumlah jembatan tersebut, 14 jembatan dikerjakan oleh Istaka Karya sedangkan 21 lainnya digarap oleh PT Brantas Abipraya (Persero).

 

Tag : jokowi, papua, penembakan
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top