Bos Batik Keris Meninggal, Prosesi Kremasi Tunggu Anaknya Pulang

Presiden Direktur (CEO)PT Batik Keris Solo, Handianto Tjokrosaputro, Minggu (2/12/2018) pagi, meninggal dunia di usia 57 tahun. Handianto meninggalkan istri bernamaLina Handianto dan dua orang anak yakniElvina Tjokrosaputo dan Adriel Tjokrosaputro.
Irawan Sapto Adhi | 03 Desember 2018 15:22 WIB
Handianto Tjokrosaputro, Bos Batik Keris Solo, meninggal di Singapura Minggu (2/12/2018). File foto 26 Mei 2013.Solopos - Agoes Rudianto

Bisnis.com, SOLO - Presiden Direktur (CEO) PT Batik Keris Solo, Handianto Tjokrosaputro,  Minggu (2/12/2018) pagi, meninggal dunia di usia 57 tahun. Handianto meninggalkan istri bernama Lina Handianto dan dua orang anak yakni Elvina Tjokrosaputo dan Adriel Tjokrosaputro.

Pemilik  perusahaan  batik dan tekstil yang berbasis di Cemani, Grogol, Sukoharjo, meninggal dikarenakan sakit. Saat meninggal, Handianto tengah menjalani perawatan di Farrer Park Hospital, Singapura.

Sumartono Hadinoto yang merupakan adik ipar Ny. Lina Handianto atau istri Handianto Tjokrosaputro, saat dihubungi Solopos.com, Minggu pagi, mengatakan Handianto selama setahun terakhir mengidap penyakit yang tidak bisa dia sebutkan. Sumartono hanya bisa mengatakan Handianto mengalai sakit yang sulit disembuhkan.

Jenazah Handianto baru dibawa ke Solo pada Senin (3/12/2018) atau Selasa (4/12/2018). Pihak keluarga mengupayakan secepatnya membawa jenazah Handianto ke Solo.

Di Solo, jenazah langsung diantar ke Rumah Duka Tiong Ting, Jebres. Namun, proses kremasi baru akan dilakukan pada Rabu (5/12/2018) menunggu anak-anak Handianto tiba di Solo.

"Tadi saya komunikasi dengan Ibu Handianto. Pihak keluarga sedang cari pesawat. Besok [hari ini] atau lusa kemungkinan baru bisa sampai Solo. Nanti langsung dibawa ke rumah duka Tiong Ting, terus dikremasi menunggu putra putrinya datang. Putranya sore ini kabarnya bisa sampai Singapura dari Hong Kong. Sedangan putrinya masih di Jerman. Sebenarnya dia sedang cari dokter. Tadi pagi dia kontak saya, Selasa sore atau Rabu pagi kemungkinan baru bisa sampai Solo. Jadi mungkin kremasinya, pemberangkatannya setelah Rabu," jelas Sumartono.

Sempat Membaik

Saat menjalani terapi pengobatan, Sumartono mengatakan kondisi Handianto sempat membaik. Bahkan Handianto sempat mengadakan acara ucap syukur dengan keluarga dan kolega di Diamond Solo setelah merasa lebih sehat.

Namun tidak disangka-sangka, penyakitnya ternyata kambuh lagi. Handianto akhirnya dibawa lagi ke Singapura. Sebelum meninggal, Handianto dirawat di Singapura selama dua bulan lebih tiga pekan.

"Sepekan yang lalu beliau harus masuk ke ICU karena keadannya agak menurun dan tadi pagi dipanggil Tuhan pukul 06.10 waktu setempat," kata Sumartono.

Sumartono mengaku sempat menjenguk Handianto yang dirawat di rumah sakit. Sumartono dan istri ke Singapura menemani Ny. Lina Handianto. Lina Handianto, merupakan komisaris utama PT Batik Keris. 

Selama memimpin Batik Keris, Handianto dibantu putrinya, Elvina Tjokrosaputo, yang menjadi Wakil Direktur. Selain Elvina, Handianto-Lina memiliki anak laki-laki Adriel Tjokrosaputro.

Proses produksi kain dan busana batik di fasilitas produksi Batik Keris Solo. File video koleksi akun Batik Keris di Youtube, dipublikasikan 16 April 2015.

Sumber : Solopos.com

Tag : batik
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top