Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Prabowo-Sandi Pertimbangkan Hadiri Reuni 212

Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden sedang menyusun jadwal apakah akan menghadiri kegiatan reuni 212 atau tidak.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 30 November 2018  |  14:31 WIB
Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) dan Sandiaga Uno (kanan) didampingi Dewan Penasehat BPN Amien Rais (kiri) - Antara
Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) dan Sandiaga Uno (kanan) didampingi Dewan Penasehat BPN Amien Rais (kiri) - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden sedang menyusun jadwal apakah akan menghadiri kegiatan reuni 212 atau tidak.

Sandi mengatakan bahwa saat ini masih dibuat rencana kegiatan kampanye oleh tim.

“Sore ini akan dipastikan jadwal saya dan Pak Prabowo karena yang menentukan jadwal dari badan pemenangan,” katanya di Jakarta, Jumat (30/11/2018).

Sesuai agenda yang sudah terdaftar, ada dua pertemuan akbar yang digelar bersamaan pada Minggu (2/12/2018). Persaudaraan Alumni 212 akan mengadakan Reuni Akbar 212 di Monas. 

Di saat itu pula ada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Istiqlal yang rencananya dihadiri Presiden Joko Widodo.

Badan Pengawas Pemilu akan mengawasi acara reuni 212 untuk memastikan tidak ada kegiatan kampanye yang akan dilakukan di Monas.

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja menjelaskan bahwa akan menugaskan Bawaslu DKI Jakarta untuk menindak jika ada laporan pelanggaran atau temuan yang berbau kampanye. 

“Nanti diharapkan itu tidak kampanye. Memang mereka kan izinnya adalah izin menyampaikan pendapat ya, bukan izin buat kampanye,” ucapnya.

Bagja menuturkan bahwa jika ada yang melakukan kamapanye, maka kepolisian bisa menindak untuk dihentikan kegiatan reuni.

“Pertama, dilarang kampanye. Baik capres, partai politik, caleg, dan calon anggota DPD semua tidak boleh. Kedua, menghina atau menyampaikan ujaran kebencian. Kemudian, menggangu ketertiban juga tidak boleh,” ucapnya.

Tidak hanya itu, peserta reuni juga tak boleh membawa spanduk, memakai kostum, sampai melontarkan kalimat 2019 ganti presiden karena masuk dalam kategori kam


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

AKSI 212 prabowo-sandi Reuni Akbar 212
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top