Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembakaran Bendera Tauhid Dibatasi Tak Merembet ke Daerah Lain

Pemerintah memutus mata rantai penyebab dan dampak sosial atas perbuatan membakar bendera bertuliskan tauhid yang dikira bendera Hizbut Tahrir Indonesia agar tidak menyebar ke daerah lain.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 09 November 2018  |  17:07 WIB
Soedarmo
Soedarmo

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah memutus mata rantai penyebab dan dampak sosial atas perbuatan membakar bendera bertuliskan tauhid yang dikira bendera Hizbut Tahrir Indonesia agar tidak menyebar ke daerah lain.

Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Soedarmo mengatakan bahwa untuk mengatasi ini perlu dilakukan pertemuan antara pemerintah dengan organisasi masyarakat Islam, tokoh agama, dan ulama.

“Jadi tetap dalam menjelang tahun-tahun politik, keamanan ini selalu kondusif. Itu yang kita harapkan,” katanya usai pertemuan di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Soedarmo menjelaskan bahwa tujuan utama duduk bareng merumuskan masalah adalah agar konflik horizontal ini bisa kembali bersatu.

Pada tahun politik ini tambahnya rentan terjadi gesekan antarmasyarakat. Jika tidak segera diselesaikan, pemerintah khawatir akan berkembang.

Dia berharap agar isu seperti ini tidak terjadi lagi. “Memang perlu secara rutin melakukan pertemuan antar berbagai ormas islam yang ada di Indonesia ini,” ucap Soedarmo.

Sementara itu Menko Polhukam Wiranto memastikan masalah pembakaran bendera sudah selesai karena dari Gerakan Pemuda Ansor sebagai ormas yang anggotanya melakukan perbuatan tersebut sudah meminta maaf.

 “Kesimpulanya bahwa semua sudah menerima apa yang sekarang diselesaikan, baik penyelesaian hukum maupun penyelesaian organisasi di mana oknum-oknumnya terlibat masalah itu,” ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembakaran bendera
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top