Pangeran Mohammed bin Salman Dikabarkan Temui Anak Jamal Khashoggi. Fakta atau Hoax?

Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman dilaporkan menemui anak Jamal Khashoggi.
Saeno | 24 Oktober 2018 00:15 WIB
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo berjabat tangan dengan Putra Mahkota Kerajaan Arab Mohammed bin Salman, Selasa (16/10). - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman dilaporkan menemui anak Jamal Khashoggi.

Khashoggi adalah kontributor Washington Post yang hilang setelah memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, 2 Oktober 2018.

Khashoggi ke Konsulat untuk mengurus administrasi menjelang pernikahannya dengan seorang wanita Turki.

Sepekan setelah hilangnya Khashoggi pemerintah Kerajaan Aeab Saudi akhirnya mengakui bahwa Khashoggi meninggal di dalam Konsulat. Pihak Arab menyebutkan Khashoggi meninggal dalam perkelahian. 

Seiring dengan pengakuan itu, Raja Arab Saudi memerintahkan pemecatan terhadap dua pejabat tinggi Arab Saudi, Qahtani dan Assiri.

Qahtani adalah tangan kanan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman. Sedang Assiri menjabat sebagai wakil kepala intelijen Arab Saudi.

Sempat beredar kabar bahwaq gelar putra mahkota akan dicopot dari Pangeran Mohammed, namun hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari Arab Saudi.

Terkait kematian Khashoggi yang belum diketahui jenaxahnya, muncul dugaan bahwa korban dianiaya dan dilenyapkan dengan menggunakan cairan kimia.

Hingga kini, pihak Arab Saudi pun belum mengkonfirmasi bantahan atas tuduhan ini dengan bukti yang kuat.

Sementara itu, Pangeran Mohammed bin Salman dikabarkan menemui keluarga Jamal Khashoggi.

Pertemuan yang sangat jarang terjadi itu menarik perhatian banyak kalangan. Foto pertemuan itu di antaranya diunggah akun instagram The Guardian.

"Momen yang luar biasa, anak Jamal Khashoggi, jurnalis yang terbunuh, bertemu dengan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman hari ini. Saudi menyatakan Khashoggi, kritikus terkemuka Putra Mahkota, terbunuh dalam sebuah perkelahian, sementara itu pihak penyidik Turki siap membeberkan temuan bahwa telah terjadi penyiksaan, pembunuhan, dan penghilangan jasad Khashoggi," tulis akun Instagram Guardian. 

Belum jelas apakah kedatangan Pangeran Mohammed untuk meminta maaf atau untuk mengucapkan bela sungkawa.

Satu hal yang pasti di Arab Saudi berlaku hukum qishas. Keluarga korban bisa menuntut agar tersangka pembunuh dikenai hukuman setimpal.

Perdamaian bisa terjadi jika keluarga korban bersedia memaafkan dan pihak tersangka membayar diyat atau uang darah. Selain itu, Raja pun tak bisa membatalkan urusan qishas tersebut,

Saat berita ini dibuat belum ditemukan berita berisi konfirmasi dari pihak Kerajaan Arab Saudi soal pertemuan Putra Mahkota dengan anak Jamal Khashoggi. 

Sumber : Guardian/Instagram

Tag : arab saudi, Jamal Khashoggi
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top