Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jangan Remehkan 31 Juta Pemilih yang Belum Masuk DPT

Wakil Ketua Komisi II DPR Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak bisa menganggap sepele 31 juta pemilih yang sudah melakukan perekaman KTP-elektronik, namun belum masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 yang diakui KPU.
Ilustrasi/Antara
Ilustrasi/Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Wakil Ketua Komisi II DPR Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak bisa menganggap sepele 31 juta pemilih yang sudah melakukan perekaman KTP-elektronik, namun belum masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 yang diakui KPU. 

Menurutnya, fakta itu menunjukkan tidak adanya langkah serius dari KPU untuk membenahi DPT. Akibatnya, seluruh peserta pemilu akan dirugikan.

“Problem DPT bukan problem yang sepele karena menentukan legitimasi dari Pemilu serentak 2019. Sejak awal, tim kami mencatat ada sejumlah permasalahan DPT yang dikeluarkan KPU September lalu,” kata Riza kepada wartawan, Kamis (11/10).

Salah satu masalah adalah data ganda di dalam DPT. Meskipun temuan timnya lebih besar, setidaknya ungkap Riza, awal September kemarin Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) menemukan 131.363 pemilih ganda dari 76 kabupaten kota.

“Kedua yaitu problem ketidaksinkronan antara data DP4 (Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu dengan DPT. Untuk kasus ini, KPU menemukan ada 31 juta data di DP4 yang belum masuk ke DPT,” ujar Riza.

Dia menambahkan, untuk problem ketiga adalah masih banyak warga yang belum melakukan perekaman KTP-el. 

Berdasarkan catatan Institute for Policy Studies per Mei 2018, kurang lebih 11 juta pemilih terancam kehilangan hak pilihnya pada Pemilu 2019, karena belum melakukan perekaman KTP-el.

Sesuai dengan hasil rapat pleno KPU pada 16 September 2018, KPU diberikan waktu 60 hari untuk perbaikan DPT Pemilu. Artinya pada 15 November 2018, KPU harus sudah menyerahkan DPT perbaikan.

 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Rustam Agus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper