Indonesia Rawan Bencana, Masyarakat Harus Tetap Siaga

Masyarakat Indonesia diminta terus siaga menghadapi segala kemungkinan terkait bencana. Musibah gempa bumi disusul tsunami yang melanda Palu, Sulawesi Tengah dan sekitarnya beberapa hari lalu menjadi salah satu contoh.
Jaffry Prabu Prakoso | 02 Oktober 2018 12:59 WIB
Personel TNI mengevakuasi korban gempa dan tsunami Palu-Donggala saat tiba di Lanud Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (1/10). Diperkirakan sejak evakuasi hari pertama melalui jalur udara sebanyak 2.000 warga korban gempa dan tsunami Palu-Donggala tiba di Makassar. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Masyarakat Indonesia diminta terus siaga menghadapi segala kemungkinan terkait bencana. Musibah gempa bumi disusul tsunami yang melanda Palu, Sulawesi Tengah dan sekitarnya beberapa hari lalu menjadi salah satu contoh.

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko mengatakan Indonesia menjadi pertemuan empat lempeng tektonik. Empat lempeng dimaksud adalah:

  • Lempeng Benua Asia
  • Lempeng Benua Australia
  • Lempeng Samudra Hindia
  • Lempeng Samudra Pasifik

Indonesia juga terletak di kawasan sabuk vulkanik yang memanjang dari Pulau Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, hingga Sulawesi. Sisi sabuk tersebut berupa pegunungan vulkanik tua dan dataran rendah yang sebagian didominasi rawa-rawa.

"Hal yang paling penting adalah mempersiapkan masyarakat agar selalu siaga melalui penyadaran publik mengenai mitigasi bencana, salah satunya lewat publikasi temuan ilmiah tentang kebencanaan," kata Laksana di gedung LIPI, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Eko Yulianto menambahkan sampai saat ini belum ada teknologi di dunia yang mampu secara akurat dan presisi memprediksi datangnya bencana, terutama gempa bumi.

Jika ada pendapat yang menyatakan mampu memprediksi kapan terjadi gempa bumi beserta kekuatan magnitudonya, bisa dipastikan itu adalah tidak benar.

Terkait gempa dan tsunami Palu, Eko mengungkapkan letak Palu berada di atas sesar Palu Koro.

“Sesar Palu Koro adalah patahan yang membelah Sulawesi menjadi dua bagian barat dan timur. Sesar ini mempunyai pergerakan aktif dan jadi perhatian para peneliti geologi,” ujarnya.

Eko menuturkan fakta ini seharusnya menjadikan kesiapsiagaan dan kewaspadaan bencana sebagai perhatian agar dampak buruk dapat diminimalkan.

Tag : lipi, bencana alam, Donggala, Gempa Palu
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top