Kemenkes: 500 Lebih Korban Tsunami Sulteng Tertangani Tim Kesehatan

Tiga hari pascagempa dan tsunami di Sulawesi Tengah sudah lebih dari 500 orang korban di Kota Palu telah ditangani tim kesehatan.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 30 September 2018 20:19 WIB
Sejumlah bangunan ambruk akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah , Sabtu (29/9). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Tiga hari pascagempa dan tsunami di Sulawesi Tengah sudah lebih dari 500 korban di Kota Palu telah ditangani tim kesehatan.

Laporan dari tim Pusat Krisis Kesehatan, Kementerian Kesehatan, pada Sabtu (29/9) pukul 16.00 WIB menunjukkan sebanyak 540 jiwa korban mengalami luka berat. Saat ini, mereka sedang dirawat di berbagai rumah sakit Kota Palu.

Menurut data dalam keterangan resmi Kementerian Kesehatan, diterima Bisnis, Minggu (30/9/2018), Rumah Sakit Woodward Palu telah merawat 28 korban, RS Budi Agung Palu sebanyak 114 korban, RS Samaritan Palu 54, RS Undata Mamboro Palu 160 jiwa, dan RS Wirabuana sebanyak 184 jiwa.

Selain 540 korban tersebut, menurut Kemenkes, 44 pengungsi di Bandara Sultan Hasanuddin.

Mereka rencananya akan ditampung di asrama haji, namun para korban tersebut masih trauma untuk masuk ke dalam gedung.

Sementara, mereka berkumpul di depan salah satu restoran dekat Terminal keberangkatan Bandara Sultan Hasanuddin.

Tiga 3orang di antaranya adalah korban yang akan dirujuk ke RS Sayang Rakyat, 1 orang ibu hamil, dan 2 orang luka-luka. Tim medis dan ambulans dari Kantor Kesehatan Pelabuhan sudah siap siaga di sana.

Selain itu, ada juga korban meninggal sebanyak 384 jiwa dengan rincian 10 jiwa meninggal di RS Wirabuana, 50 jiwa meninggal di RS Masjid Raya, 161 jiwa meninggal di RS Bhayangkara, 141 jiwa meninggal di RS Undata, 20 jiwa meinggal di Kelurahan Pantoloan Induk, dan 2 jiwa meninggal di Kelurahan Pajeko.

Untuk memastikan semua korban tertangani, Kemenkes terus menyiagakan dokter dan tenaga kesehatan lainnya di lokasi gempa. Dokter dan tim kesehatan yang diberangkatkan kemarin sudah merapat di lokasi bencana.

Prioritas penanggulangan bencana saat ini adalah evakuasi dan penanganan medis bagi korban bencana. Meskipun terkendala akses yang rusak akibat gempa, tim kesehatan berupaya dengan segala cara untuk sampai ke Kabupaten Donggala dan Kota Palu.

Selain menolong para korban, mereka juga harus memastikan diri sendiri aman agar bisa membantu para korban bencana.

Hal itu bukan hal yang mudah, apalagi bencana bisa terjadi kapan pun ditambah kondisi cuaca yang buruk.

Tim Pusat Krisis Kesehatan juga melaporkan adanya peringatan dini cuaca Indonesia. Tim perlu selalu siaga atas kemungkinan terjadi dampak ke Sulawesi Tengah.Misalnya, Jambi dan Kalimantan Barat yang saat ini berpotensi hujan lebat.

Wilayah lain yang berpotensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir adalah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Papua.

Tag : gempa, palu, Donggala, Gempa Palu
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top