Tertibkan Ribuan Kendaraan yang Melintas, Unila Operasikan Bus Antarjemput

Unila mulai melaksanakan uji coba parkir terpadu dan mengoperasikan empat shuttle bus yang disiapkan untuk melayani antarjemput sivitas akademika baik mahasiswa, tenaga kependidikan maupun dosen.
Newswire | 06 September 2018 09:37 WIB
Gedung Rektorat Unila - pasca.fh.unila.ac.id

Bisnis.com, BANDARLAMPUNG - Tingginya intensitas kendaraan yang melintas membuat Universitas Lampung menerapkan kebijakan angkutan bus dalam kampus.

Unila mulai melaksanakan uji coba parkir terpadu dan mengoperasikan empat shuttle bus yang disiapkan untuk melayani antarjemput sivitas akademika baik mahasiswa, tenaga kependidikan maupun dosen.

Kepala Bagian Hukum Tata Laksana Barang Milik Negara (HTL BMN) Unila Yodhi Ramadani, di Bandarlampung, Kamis (6/9/2018), menjelaskan bahwa pelaksanaan uji coba parkir terpadu dan pengoperasian bus antarjemput ini merupakan lanjutan dari kebijakan Rektor Unila Prof Hasriadi Mat Akin mengenai tata tertib di lingkungan Kampus Unila.

Ia menjelaskan bahwa ketertiban kendaraan di dalam kampus hijau Unila yang semakin padat, sehingga perlu ada penataan dengan adanya parkir terpadu. Selanjutnya, kendaraan yang disiapkan Unila untuk melayani penumpang dalam kampus ini tersedia setiap 10 menit. Uji coba berlangsung sejak awal pekan ini.

Pada sisi lain, penjagaan kendaraan yang diparkirkan di lokasi parkir terpadu ini telah dikoordinasikan dengan satuan pengamanan Unila.

"Kami informasikan kembali kepada sivitas akademika, Unila tengah mencoba menerapkan sistem parkir terpadu, untuk rute bus itu pertama dari titik awal parkir, keliling ke Fakultas Pertanian Unila lalu ke perpustakaan, lalu ke Fakultas Teknik dan ke Fakultas Ekonomi, lalu bus turun ke jalan di Fakultas Hukum, FKIP lanjut ke Kedokteran dan FMIPA dan kembali lagi ke titik awal penjemputan," ujar Yodhi.

Yodhi juga menambahkan bahwa masih banyak terdapat kendala dalam pelaksanaannya, namun Unila tetap memulai uji coba parkir terpadu dengan menetapkan beberapa peraturan. "Kami koordinasi dengan satpam karena Gojek, Grab dan kendaraan online lainnya tidak boleh masuk lagi," kata Yodhi lagi.

"Berdasarkan hasil rapat para pimpinan, baik Wakil Rektor 2, Wakil Rektor 3, wakil dekan 2 semua fakultas hingga satpam, pelayanan dari pihak sopir bus dilaksanakan secara kontinu. Operasional dimulai dari pukul 06.30 WIB sampai dengan 17.30 WIB, sopir bus hanya bergantian saja saat istirahat siang, tetapi bus tetap berjalan, sedangkan hari Sabtu dan Minggu operasional shuttle bus ini libur, dan penggunaan layanan shuttle bus ini dibebaskan dari tarif atau gratis," ujarnya lagi.

Rektor Unila Prof Hasriadi Mat Akin mengatakan bahwa jumlah kendaraan keluar masuk di Unila berdasarkan hasil identifikasi terdapat lebih dari ribuan unit yang melintas terutama pada jam sibuk khususnya.

"Dengan adanya program shuttle bus ini, masyarakat kampus diharapkan dapat beralih menggunakan angkutan yang telah disediakan untuk memulai ketertiban dan suasana belajar yang kondusif dan tenang di dalam kampus," katanya lagi.

Rektor juga menambahkan ini merupakan tugas Unila dalam memberikan contoh sebagai wilayah yang mendukung green matrics dan ketertiban bagi masyarakat luas.

Sumber : Antara

Tag : bus, unila
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top