Polda Papua Amankan 2 Kapal Pengisian BBM Ilegal

Direktorat Polair Polda Papua berhasil mengamankan dua unit kapal yang diduga telah melanggar Undang-Undang (UU) Migas di Perairan Jayapura Kota Jayapura Papua.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 31 Agustus 2018  |  18:56 WIB
Polda Papua Amankan 2 Kapal Pengisian BBM Ilegal
Tetesan sisa pengisian BBM - Reuters/Yves Herman
Bisnis.com,  JAKARTA--Direktorat Polair Polda Papua berhasil mengamankan dua unit kapal yang diduga telah melanggar Undang-Undang (UU) Migas di Perairan Jayapura Kota Jayapura Papua.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal mengungkapkan Kepolisian telah meringkus empat orang pelaku berinisial LK (41), S (26), K (40) dan AR (28) yang terbukti melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) secara ilegal dan tidak sesuai dengan faktur.
Menurutnya, penangkapan dua unit kapal itu dilakukan Polda Papua berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat.
Informasinya bahwa ada Kapal Tanker KM Kairos II dan Kapal SPOB KM Kartanegara yang melakukan pengisian bahan bakar ilegal, kemudian para pelaku langsung diamankan ke Kantor Direktorat Polair Polda Papua.
 
"Setelah melakukan pengintaian sekitar pukul 21.14 Wit Senin 27 Agustus 2018, tim memutuskan untuk melakukan pemeriksaan terhadap dua kapal dan ditemukan kedua kapal itu ternyata sedang mengisi BBM secara ilegal," tuturnya, Jumat (31/8).
 
Menurutnya, Polda Papua telah mengamankan para pelaku dan beberapabarang bukti berupa 1 unit Kapal SPOB Kartanegara, 1 unit Kapal KM Kairos II,.
Selain itu sau bundel dokumen KM Kairos II, 2 unit pompa Alkon yang digunakan untuk memompa BBM, 3 gulungan selang 2 inci dengan panjang total 50 meter.
Dia menjelaskan para pelaku akan dijerat dengan Pasal 53 huruf (d) Jo Pasal 23 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana dengan ancaman pidana 3 tahun penjara dan denda maksimal Rp30 miliar.
 
"Semuanya sudah kami amankan. Saat ini para pelaku sedang kami periksa dan barang bukti sudah kami amankan di Kantor Polair Polda Papua," kata Kamal.
 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
polda papua, bbm ilegal

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top