Sebelum Richard Muljadi Direhabilitasi, Polda Metro Harus Telusuri Dulu Kasusnya

Jika Richard Muljadi terbukti menggunakan narkotika yang dibeli untuk dikonsumsi bersama orang lain, maka Polda Metro Jaya harus mengusut tuntas perkara itu hingga ke Pengadilan.
Sholahuddin Al Ayyubi | 27 Agustus 2018 16:10 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Pengamat Hukum dari Universitas Islam Indonesia Muzakkir mengimbau Polda Metro Jaya membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus kepemilikan narkotika jenis kokain yang digunakan Richard Muljadi. Tim ini harus bekerja sebelum polisi memutuskan untuk merehabilitasi cucu konglomerat tersebut.

Menurut Muzakkir, tersangka tindak pidana narkotika bisa diberikan rehabilitasi jika membeli narkotika untuk digunakan secara pribadi bukan untuk dikonsumsi bersama orang lain. Namun, jika Richard Muljadi terbukti menggunakan narkotika yang dibeli untuk dikonsumsi bersama orang lain, maka Polda Metro Jaya harus mengusut tuntas perkara itu hingga ke Pengadilan.

"Makanya harus ada tim khusus yang menelusuri itu dulu. Tersangka ini menggunakannya khusus untuk dirinya sendiri atau nantinya barang haram itu akan digunakan bersama orang lain, tim penyidik Polda Metro Jaya harus menelusuri itu dulu sebelum memutuskan pelaku direhabilitasi," tuturnya, Senin (27/8/2018).

Sementara itu, Kuasa Hukum Richard Muljadi, Hotma Sitompul telah mengirimkan surat kepada Penyidik Polda Metro Jaya. Hotma meminta agar cucu konglomerat Indonesia Kartini Muljadi itu diproses rehabilitasi. Menurut Hotma, rehabilitasi merupakan hak kliennya untuk diajukan ke Tim Penyidik Polda Metro Jaya sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Kita lihat dulu faktanya apa memenuhi syarat hukum atau tidak. Kalau sesuai undang-undang itu kan hak dari tersangka untuk pengajuan rehabilitasi," kata Hotma.

Richard Muljadi ditangkap dan ditahan Polda Metro Jaya karena terbukti memiliki narkotika jenis kokain. Penangkapan dilakukan di salah satu restoran di Pacific Place, Kawasan SCBD Jakarta.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Argo Yuwono mengemukakan Kepolisian telah melakukan gelar perkara terhadap tersangka RAM alias Richard. Dia menjelaskan Kepolisian sudah menemukan alat bukti cukup berupa barang bukti, keterangan saksi dan keterangan RAM alias Richard untuk menetapkan cucu konglomerat itu sebagai tersangka dan ditahan selama masa penyidikan.

"Jadi kami sudah melakukan penahanan terhadap RAM alias Richard atas kepemilikan narkotika jenis kokain. Setelah gelar perkara terhadap tersangka, langsung dilakukan penahanan," ujar Argo.

Tag : narkoba, Kokain
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top