Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AS Kucurkan US$300 Juta untuk Biayai Sistem Keamanan di Asia Tenggara

Pemerintah Amerika Serikat menjanjikan pengucuran dana hingga US$300 juta untuk memperkuat sistem keamanan (security funding) di Asia Tenggara.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 04 Agustus 2018  |  11:48 WIB
AS Kucurkan US$300 Juta untuk Biayai Sistem Keamanan di Asia Tenggara
Kapal Induk AS

Bisnis.com, SINGAPURA – Pemerintah Amerika Serikat menjanjikan pengucuran dana hingga US$300 juta untuk memperkuat sistem keamanan (security funding) di Asia Tenggara.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada reporter, dalam pertemuannya dengan Menlu dari negara anggota Asean di Singapura.

“Sebagai bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan keamanan di regional Asia Pasifik, dengan gembira kami mengumumkan security funding senilai hampir US$300 juta untuk meningkatkan kerja sama keamanan antara AS dengan pemerintah di regional ini,” ungkap Pompeo seperti dikutip Reuters, Sabtu (4/8/2018).

Menurutnya, fasilitas keamanan tersebut akan memperkuat sistem kemaritiman di Asia Tenggara, meningkatkan bantuan kemanusiaan, memperkuat kapabilitas menjaga perdamaian, dan mengantisipasi adanya ancaman transnasional.

Pada awal pekan ini, AS juga sempat menyebut akan menginvestasikan US$113 juta untuk sektor teknologi, energi, dan infrastruktur di negara-negara Asia. Pemerintah negeri Paman Sam menyebut komitmen tersebut sebagai ‘uang muka’ dari era komitmen ekonomi AS pada Asia.

Bersamaan dengan ambisi China mengembangkan Belt and Road Plan untuk meningkatkan hubungan perdagangan dengan negara-negara Asia, AS pun mengembangkan visi ‘Free and Open Indo-Pacific’ di Asia.

Reuters mencatat istilah ‘Indo-Pacific’ belakangan populer di kalangan diplomat dari Jepang, Australia, India, dan Amerika Serikat. Istilah itu seperti menentang ‘Asia-Pasifik’ yang selama ini digembor-gemborkan China di kawasan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

security

Sumber : Reuters

Editor : Fajar Sidik

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top