China Keluarkan ‘Travel Warning’ ke Amerika, Ketegangan Perang Dagang Meningkat

Kedutaan Besar China di Washington, Amerika Serikat, mengeluarkan travel warning untuk warga negaranya yang bepergian ke Amerika Serikat. Peringatan ini meningkatkan ketegangan perang dagang kedua negara.
JIBI | 04 Juli 2018 15:02 WIB
Turis China - marketingtochina

Bisnis.com, JAKARTA - Kedutaan Besar China di Washington, Amerika Serikat, mengeluarkan ‘travel warning’ untuk warga negaranya yang bepergian ke Amerika Serikat.

Peringatan ini meningkatkan ketegangan perang dagang kedua negara. Kedutaan memperingatkan wisatawan China untuk ‘travel warning’ tagihan medis yang mahal, ancaman penembakan dan perampokan, inspeksi dan penyitaan oleh agen pabean, penipuan telekomunikasi dan bencana alam.

"Keamanan publik di Amerika Serikat tidak baik. Kasus penembakan, perampokan, dan pencurian sering terjadi," kata Kedutaan Besar China dalam pernyataan yang dirilis pada situs webnya, seperti dilaporkan Reuters, Rabu (4/7/2018).

"Para wisatawan di Amerika Serikat harus waspada terhadap lingkungan mereka dan orang-orang yang mencurigakan, dan menghindari keluar sendirian di malam hari," lanjut pernyataan Kedutaan Besar China.

‘Travel warning’ ini diumumkan di tengah perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Pemerintahan Presiden AS Donald Trump akan memberlakukan tarif barang tambahan senilai US$ 34 miliar atau Rp 488 triliun dari China pada Jumat, karena menilai praktik perdagangan China yang tidak adil dan mengancam ketahanan nasional hingga US$ 450 miliar atau Rp 6.889 triliun dalam impor China.

China telah berjanji akan membalas dengan tarifnya sendiri atas produk pertanian AS dan barang-barang lainnya dan untuk mengambil lebih banyak langkah kualitatif jika Trump meneruskan perang dagang.

Saat ditanya apakah peringatan ini bersifat politis, Kementerian Luar Negeri China, mengatakan musim panas adalah musim lonjakan bagi warga China untuk pergi ke Amerika Serikat dan bahwa kedutaan China memiliki kewajiban untuk memperingatkan warga tentang potensi risiko di luar negeri.

"Peringatan semacam ini dari kedutaan China di negara yang bersangkutan, saya pikir ini benar-benar masalah yang berada dalam lingkup tugas kami," tutur juru bicara kementerian luar negeri, Lu Kang.

Dilansir dari Travelpulse.com, China adalah salah satu negara dengan kunjungan wisatawan tertinggi di Amerika Serikat, terhitung hampir 8 persen dari pengunjung mancanegara dari China pada 2016, menurut Asosiasi Perjalanan AS. Apalagi wisatawan China membelanjakan, rata-rata US$ 6.900 atau Rp 99 juta setiap kunjungan ke AS, lebih dari rata-rata pengunjung mancanegara teratas AS lainnya.

China sering mengeluarkan peringatan perjalanan untuk China di luar negeri, umumnya di daerah yang dilanda perang, tetapi beberapa negara lain berpendapat bahwa Beijing menggunakan cara lain, seperti membatasi pariwisata keluar, untuk mengimbangi nilai politik atau perdagangan, meskipun pemerintah China biasanya menyangkal isu-isu terkait.

 

Sumber : Tempo

Tag : china, amerika serikat
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top