PILGUB 2018: KPU Jateng Segera Rampungkan Persoalan DPT Bermasalah

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jateng menyebutkan, laporan tim sukses pasangan calon (paslon) Pilgub Jateng nomor urut 2 mengenai 3 juta daftar pemilih tetap (DPT) bermasalah masih sebatas dugaan
Alif Nazzala Rizqi | 20 Juni 2018 13:53 WIB
Ilustrasi. - .Antara/Yahanan Sulam

Bisnis.com, SEMARANG- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jateng menyebutkan, laporan tim sukses pasangan calon (paslon) Pilgub Jateng nomor urut 2 mengenai 3 juta daftar pemilih tetap (DPT) bermasalah masih sebatas dugaan.

Ketua (KPU) Jateng Joko Purnomo menuturkan, saat ini tim KPU sedang melakukan pendalaman atas laporan dari tim sukses paslon nomor urut 2 yakni Sudirman Said dan Ida Fauziyah.

Joko membenarkan, adanya ratusan ribu nama yang diduga salah. Namun, setelah dicek ternyata memang ada beberapa orang yang mempunyai nama dengan 3 huruf saja.

"Kami sudah mengecek ke lapangan langsung, ada beberapa nama yang memang hanya memiliki 3 huruf saja. Nanti tim kami akan menjelaskan mengenai dugaan dapat bermasalah ternyata tak sepenuhnya benar," ujar Joko Rabu (20/6/2018).

Adapun, beberapa kendala yang dihadapi mengenai DPT bermasalah yakni adanya sistem laptop yang rusak sehingga jumlahnya tidak valid.

Menurut Joko, nanti pada tanggal (22/6/2018) KPU akan mempunyai angka konkret mengenai jumlah DPT yang akan menggunakan hak pilihnya dalam gelaran Pilgub Jateng 2018.

"Jumat nanti setiap KPU kabupaten/kota akan melaporkan jumlah DPT dari masing-masing daerah. Hari itu juga kami akan memberikan tanggapan mengenai adanya DPT bermasalah," tuturnya.

Sebelumnya, tim pemenangan Sudirman Said-Ida Fauziyah menemukan, lebih dari 3 juta DPT bermasalah dalam gelaran Pilgub Jateng 2018. Hasil itu ditemukan usai tim menemukan kejanggalan tentang DPT.

Ketua Tim Pemenangan Sudirman-Ida, Abdul Wachid mengatakan, pihaknya telah mengambil sampel di 11 kota dari 35 kabupaten/kota yang ada. Hasilnya dia menemukan adanya pemilih ganda, pemilih invalid dan pemilih meninggal dunia.

"Kami juga kloning e-KTP. Ini berdasar temuan ceceran e-KTP yang jatuh di Bogor, disitu tertulis nama warga Sukoharjo. Setelah kami cek, warga tersebut masih memegang KTP asli," jelasnya beberapa waktu lalu.

Wachid mencontohkan di Kota Magelang, dari jumlah DPT sebanyak 89.294, ada temuan pemilih ganda sebanyak 105 dan potensi invalid 6.206.

"Jika di rata-rata potensi pemilih ganda d seluruh kabupaten kota ada 5.894 dan potensi invalid 100.227. Maka jumlah keselurahan di Jateng potensi ganda ada 206.281 dan potensi invalid 3.507.928, total 3.714.209," paparnya.

Dikatakan, kejanggalan di pemilih ganda adalah adanya kesamaan nama, tanggal lahir, alamat, KK, dan NIK. "Sementara untuk pemilih yang meninggal dunia, ditemukan 100 orang di DPT Magelang. Ini kebanyakan ada di lapas, kan aneh ini," kata Wachid.

Sementara itu. untuk pemilih invalid, ada nama pemilih hanya tiga huruf. "Namanya hanya Ani, Ina, Eti, Edi, Sia, Umi, Ami. Total ada 2.448 orang, terdiri dari 14 orang di Magelang, 463 di Banjarnegara, 474 di Kebumen, dan 1497 di Cilacap," paparnya.

Selain itu, ditemukan juga nomor KK atau NIK tidak sesuai kode dan wilayah administrasi yang jumlahnya mencapai 124.901 di Kota Magelang, Banjarnegara, Kebumen, dan Cilacap.

Tag : kpu
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top