Investor China Tingkatkan Kehati-hatian Berinvestasi di Australia

Investor China menunjukkan sikap kehati-hatian untuk menanamkan modal di Australia.
Annisa Sulistyo Rini | 12 Juni 2018 23:13 WIB
Bendera China dikibarkan di lapangan Tiananmen - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA--Investor China menunjukkan sikap kehati-hatian untuk menanamkan modal di Australia.

Hal tersebut terlihat dari pembatalan kerja sama oleh beberapa perusahaan milik pemerintah China yang terjadi pertama kali dalam 3 tahun terakhir.

Seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (12/6/2018), laporan KPMG LLP dan Universitas Sydney menyatakan total investasi dari China menurun sebesar 11% secara tahunan ke angka US$10,3 miliar sepanjang 2017. Penurunan investasi tersebut merupakan bagian dari tren global setelah China memperketat aturan investasi asing dan menekan arus modal keluar, serta mencerminkan meningkatnya ketegangan politik.

"Sentimen saat ini telah bergeser, dengan pemahaman yang lebih tinggi dari investor China terhadap iklim investasi di Australia," ujar Hans Hendrischke, co-author dan profesor di bidang bisnis dan manajemen China dari Universitas Sydney.

Sebanyak 70% dari responden survei menyatakan bahwa perselisihan politik menyebabkan perusahaan-perusahaan China lebih berhati-hati untuk menanamkan saham di Australia.

Hubungan kedua negara telah memburuk sejak Desember tahun lalu, ketika Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull mengutip laporan tentang campur tangan Pemerintah China terhadap media, universitas, dan pembuat undang-undang sebagai katalisator untuk undang-undang anti-asing yang lebih ketat.

Pejabat di Beijing menuduh Australia menjalankan kampanye anti-Cina dan mengetatkan impor anggur dan daging dari negara tersebut.

Dari sisi perdagangan, taruhannya tinggi karena Australia adalah negara maju yang paling bergantung pada Cina, dengan sekitar 36% dari total pengiriman ke Negara Tirai Bambu tersebut.

Tag : china
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top