Masa Lalu Kelam Sentosa Island, Lokasi Tatap Muka Bersejarah Trump-Kim Jong Un

Pulau bernaungnya resor mewah di Singapura yang akan menjadi saksi tatap muka bersejarah antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pekan depan ternyata menyimpan cerita kelam.
Renat Sofie Andriani | 07 Juni 2018 08:32 WIB
Capella Hotel, Sentosa Island, Singapura menjadi lokasi pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pada 12 Juni 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pulau bernaungnya resor mewah di Singapura yang akan menjadi saksi tatap muka bersejarah antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pekan depan ternyata menyimpan cerita kelam.

Pulau Sentosa, lokasi di mana kedua pemimpin kontroversial tersebut akan bertemu di hotel Capella, dalam bahasa Melayu memang memiliki arti 'Perdamaian' dan 'Ketenangan'.

Namun di masa lalu, pulau ini pernah digunakan sebagai kamp Jepang untuk tawanan perang Inggris dan Australia selama Perang Dunia II. Dilansir dari USA Today, banyak orang China Singapura yang dicurigai bertindak melawan Jepang juga dieksekusi di sana.

Pulau itu berganti nama menjadi Sentosa pada tahun 1970. Sebelumnya, Pulau Sentosa diberi nama 'Pulau Belakang Mati' yang berarti pulau di belakang kematian, mengingat sejarahnya yang kerap dilumuri darah.

Pulau Sentosa terletak di tengah-tengah antara China dan India, sehingga menjadi pelabuhan perdagangan yang ideal bagi Inggris. Selama abad ke-18 dan ke-19, pulau ini merupakan titik pertemuan bagi bajak laut.

Para bajak laut kemudian akan mengambil keuntungan dari kapal-kapal barang yang berlabuh di pantainya. Kondisi ini membuat daerah itu terkenal berbahaya di masa lalu, menurut BBC.

Seperti diumumkan Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders pada Selasa (5/6/2018) waktu setempat, pertemuan tingkat tinggi (KTT) kedua pemimpin yang pernah beradu retorika tersebut akan berlangsung di Hotel Capella, Pulau Sentosa, Singapura, pada Selasa, 12 Juni 2018.

Lokasi ini sebelumnya telah terendus oleh awak media. Dari semua hotel mewah di Singapura, hanya Capella-lah yang menunjukkan ditutupnya kesediaan kamar dan restoran selama pekan ketika Trump dan Kim Jong Un dijadwalkan bertemu.

Minimnya tingkat pemesanan di Hotel Capella, yang terletak di Pulau Sentosa, tepat di sebelah selatan Singapura, menjadi satu dari segelintir tanda bahwa negara kota itu sedang mempersiapkan salah satu pertemuan puncak paling kontroversial di tempat itu.

Direktur sekretariat komisi urusan negara Korea Utara (Korut) Kim Chang-son dan deputi kepala staf Gedung Putih Joe Hagin dikabarkan telah bertemu di hotel tersebut pada akhir Mei 2018 untuk menyusun langkah-langkah keamanan dan logistik.

Dengan struktur kayu dan kaca melengkung yang membungkusnya, Hotel Capella diketahui memiliki 112 kamar dan vila hasil rancangan arsitek Inggris Sir Norman Foster.

 

 

Tag : kim jong un, Donald Trump
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top