Bayar Utang Rp3,568 Triliun, Mahathir Potong Gaji Menteri 10%

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyatakan akan membayar utang negara dengan memotong gaji para menteri kabinetnya sebesar 10 persen.
John Andhi Oktaveri | 23 Mei 2018 17:16 WIB
Perdana Menteri Malaysia yang baru, Mahathir Mohamad diapit oleh presiden Amanah Mohamad Sabu (kiri), presiden PKR Wan Azizah Wan Ismail, dan sekretaris jenderal DAP, Lim Guan Eng (dua dari kanan) dalam konferensi pers di Petaling Jaya, Selangor, Malaysia pada Jumat (11/5/2018) - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyatakan akan membayar utang negara dengan memotong gaji para menteri kabinetnya sebesar 10 persen.

Mahathir menyampaikan hal itu saat konferensi pers usai memimpin rapat kabinet pertamanya di Putrajaya sebagaimana dikutip Channelnewsasia.com, Rabu (23/5/2018).

"Ini menunjukkan bahwa kami memperhatikan masalah keuangan negara," kata Mahathir.

Menurut Mahathir langkah itu dilakukan lantaran pemerintah baru mengetahui bahwa utang pemerintah sudah menyentuh 65% dari dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Nilai tersebut mencapai sekitar 1 triliun ringgit atau sekitar Rp3,568 triliun.

Pemimpin yang digulingkan, Najib Razak sebelumnya menyatakan bahwa utang negara di bawah batas yang ditetapkan pemerintah yakni sebesar 55 persen dari PDB.

Berdasarkan situs parlemen Malaysia, gaji bulanan sebelum dipotong untuk Perdana Menteri adalah RM22.827 atau setara Rp81,492 juta, wakil perdana menteri RM18.168 atau Rp 64,878 juta. Sedangkan menteri RM14,907 atau Rp53,212 juta dan wakil menteri RM10.848 atau Rp38,723 juta.

Saat ditanya apakah pegawai negeri "peringkat lebih tinggi" juga akan menerima pemotongan gaji, Mahathir mengatakan, "Ketika saya pertama kali diangkat kembali menjadi perdana menteri pada tahun 1981, hal pertama yang saya lakukan adalah memotong gaji menteri dan pegawai sipil senior," ujarnya.

"Seperti yang Anda ketahui, pegawai negeri senior dibayar lebih baik daripada menteri, terserah kepada mereka jika mereka merasa bahwa mereka ingin berkontribusi untuk mengurangi biaya menjalankan negara ini ... mereka dapat melakukannya, tetapi kami tidak memaksakan mereka,” ujar Mahathir.

Mahathir menambahkan pihaknya juga akan meninjau kembali beberapa proyek yang mungkin saja akan dibatalkan. Sebelumnya Mahathir juga akan mengevaluasi investasi dari China.

Tag : malaysia, mahathir mohamad
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top