Wapres AS: Jong Un Jangan Permainkan Trump

Wakil Presiden AS Mike Pence memperingatkan Kim Jong-un agar tidak "mempermainkan" Presiden Donald Trump jika mereka jadi bertemu pada bulan depan.
John Andhi Oktaveri | 23 Mei 2018 09:45 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memeriksa detasemen pertahanan di Soda Jangjae dan Hero Defence Detachment di Mu Islet yang terletak di bagian paling selatan perairan di bagian depan barat daya, Jumat (5/5/2017) - KCNA/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA--Wakil Presiden AS Mike Pence memperingatkan Kim Jong-un agar tidak "mempermainkan" Presiden Donald Trump jika mereka jadi bertemu pada bulan depan.

Pence mengatakan dalam wawancara dengan Fox News bahwa langkah seperti itu akan menjadi "kesalahan besar" bagi sang pemimpin Korea Utara.

Pence juga mengatakan bahwa tidak diragukan lagi Trump bisa saja mundur dari pertemuan tingkat tinggi yang rencananya dilangsungkan pada 12 Juni itu sebagaimana dikutip BBC.com, Rabu (23/5/2018).

Korea Utara telah mengancam untuk membatalkan pertemuan tersebut setelah mendengar komentar dari Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton.

Pemimpin negeri itu bereaksi dengan marah ketika Bolton mengatakan bahwa mereka akan mengikuti denukliarisasi "model Libya".

Mantan pemimpin Libya Muammar Gaddafi sepakat dengan negara-negara Barat pada 2003 untuk menghentikan program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi.

Delapan tahun kemudian, dia terbunuh di tangan kelompok pemberontak yang didukung Barat.

Korea Utara juga marah karena latihan militer AS-Korea Selatan yang dilangsungkan belakangan. Sebagai tanggapannya Korut membatalkan perundingan yang telah direncanakan dengan Korea Selatan.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in berencana menemui Trump di Washington untuk membicarakan rencana terkait KTT.

Pence mengatakan bahwa Trump siap untuk mundur dari pertemuan di Singapura. "Saya tidak merasa Presiden Trump memikirkan hubungan masyarakat, dia memikirkan perdamaian," katanya.

Surat kabar New York Times melaporkan pada hari Minggu bahwa Trump meminta saran dari para ajudan dan penasihatnya apakah dia sebaiknya melanjutkan rencana KTT dengan Korea Utara.

Sementara itu, sekelompok jurnalis dari Inggris, AS, Rusia, dan China telah diterbangkan ke Korea Utara dari Beijing untuk meliput upacara yang menandai pembongkaran situs uji coba nuklir pada akhir pekan ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Donald Trump

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top