Presiden Palestina Dilarikan ke Rumah Sakit

Presiden Palestina Mahmoud Abbas kembali dirawat di rumah sakit di daerah West Bank, Palestina pascamenjalani operasi telinga awal pekan lalu.
Irene Agustine | 21 Mei 2018 01:05 WIB
Dokumentasi Penutupan KTT LB Ke-5 OKI. Presiden Joko Widodo (kanan) dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas (kiri) berpelukan usai memberikan keterangan pers terkait pelaksanaan KTT Luar Biasa Ke-5 OKI di JCC, Jakarta, Senin (7/3). KTT itu mengesahkan dua dokumen penting yaitu resolusi yang menegaskan posisi OKI atas Palestina dan Al-Quds Al-Sharif dan Deklarasi Jakarta tentang aksi konkrit pemimpin OKI untuk penyelesaian isu Palestina dan Al-Quds Al-Sharif. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Palestina Mahmoud Abbas kembali dirawat di rumah sakit di daerah West Bank, Palestina pascamenjalani operasi telinga awal pekan lalu.

Dengan demikian, ini adalah ketiga kalinya presiden berusia 82 tahun tersebut dirujuk ke rumah sakit dalam seminggu. 

Abbas melakukan operasi telinga kecil pada Selasa lalu dan dirawat kembali pada Sabtu. Pada hari minggu, kantor berita resmi Palestina, Wafa mengabarkan bahwa Abbas kembali dibawa kerumah sakit.

Salah satu sumber Reuters di pemerintahan mengatakan bahwa Reuters kembali dirujuk ke rumah sakit karena masih berkaitan dengan komplikasi pascaoperasi telinga selasa lalu.

"Panas tubuh Abbas sangat tinggi sehingga dokter menyarankan untuk kembali ke rumah sakit," kata salah satu sumber resmi, dikutip dari Reuters Minggu (20/5/2018).

Di sisi lain, salah satu sumber Reuters di Rumah Sakit al-Istishari di Ramallah menyatakan kondisi Abbas saat ini tidak terkait dengan operasi telinga.

“Presiden akan tetap di rumah sakit sampai besok. Dia diberi antibiotik untuk mengobati peradangan di dada, ”kata sumber di rumah sakit yang tidak ingin diketahui namanya.

Dirawatnya Abbas bertepatan dengan eskalasi ketegangan Israel-Palestina setelah pasukan Israel menembak mati puluhan demonstran Palestina di perbatasan Gaza pada tanggal 14 Mei ketika Kedutaan Besar Amerika Serikat dibuka di Yerusalem.

 

Tag : palestina, mahmoud abbas
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top