10 Negara Pemasok Paten Global Terbanyak, China Geser Posisi Jepang

Posisi Negeri Panda itu selangkah lagi menggeser Amerika Serikat yang saat ini masih ada di puncak. China sendiri berhasil menggeser jepang dari posisi kedua.
M. Taufikul Basari | 03 April 2018 14:59 WIB
Loading the player ...
/bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – China merangsek ke posisi kedua dalam jajaran negara yang paling banyak mengajukan permohonan paten melalui The World Intellectual Property Organization (WIPO) selama 2017.

Posisi Negeri Panda itu selangkah lagi menggeser Amerika Serikat yang saat ini masih ada di puncak. China sendiri berhasil menggeser jepang dari posisi kedua.

Dua perusahaan teknologi China menjadi motor utama banyaknya pengajuan aplikasi paten secara internasional pada 2017, yakni Huawei (nomor 1) dan ZTE (nomor 2), diikuti oleh Intel, Mitsubishi dan Qualcomm.

“Peningkatan pesat pendaftaran paten secara internasional di China menunjukkan bahwa para inovator di sana semakin melihat [potensi] di luar negeri, berusaha menyebarkan ide orisinal mereka ke pasar baru ketika ekonomi China melanjutkan transformasi cepatnya,” kata Direktur Jenderal WIPO Francis Gurry dalam rilis yang Bisnis kutip pada Selasa (3/4/2018).

Sumber: WIPO, diolah

 

Jepang memang membukukan pertumbuhan yang kuat pada 2017 tetapi keluar dari posisi kedua karena China lebih agresif dalam pendaftaran paten.

Melihat tren yang ada, China diprediksi bisa menyalip AS dalam waktu 3 tahun sebagai sumber pendaftar paten terbesar yang diajukan lewat sistem Perjanjian Kerjasama Paten WIPO (PCT). PCT adalah sebuah sistem yang membantu menyebarkan inovasi di seluruh dunia sejak mulai beroperasi 40 tahun yang lalu.

Secara keseluruhan, inventor dari seluruh dunia mengajukan 243.500 aplikasi paten internasional melalui WIPO, 4,5% lebih banyak dari tahun sebelumnya, pendorong utamanya dari perusahaan-perusahaan China dan Jepang.

10 Perusahaan yang Paling banyak Mengajukan Pendaftaran Paten 2017

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
paten

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top