Politisi Golkar, Priyo Budi Santoso, Calon Sekjen Partai Berkarya

Tommy Soeharto bakal menggandeng politikus Golkar Priyo Budi Santoso sebagai Sekretaris Jenderal Partai Berkarya yang dipimpinnnya.
JIBI | 22 Maret 2018 11:05 WIB
Priyo Budi Santoso - Antara

Kabar24.com, JAKARTA - Tommy Soeharto bakal menggandeng politikus Golkar Priyo Budi Santoso sebagai Sekretaris Jenderal Partai Berkarya yang dipimpinnnya.

"Sekadar bocoran saja, Calon Sekjen kami Priyo Budi Santoso," tutur Sekretaris Jenderal Partai Berkarya saat ini, Badaruddin Andi Picunang di Hotel Atlet Century, Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Badaruddin mengatakan Priyo diajak langsung oleh Tommy untuk bisa memperkuat kepengurusannya menjelang gelaran Pemilihan Umum 2019. Menurut dia, sebelum Partai Berkarya terbentuk, Tommy memang telah menjalin komunikasi dengan sejumlah kader di bawah naungan Golkar.

"Setelah ada kendaraan (Partai Berkarya), teman-teman yang punya visi misi besar untuk bangsa ini bergabung di bawah partai ini, di bawah komando Pak Tommy," kata dia.

Priyo Budi Santoso merupakan politikus senior di Partai Golkar. Ia pernah menjadi Ketua Umum MKGR periode 2009-2014 dan mantan Wakil Ketua DPR dari Fraksi Golkar.

Badaruddin mengatakan Partai Berkarya butuh orang-orang profesional yang sudah berpengalaman untuk menggenjot performa partai menjelang pemilu mendatang.

"Agar partai kami masuk melewati parliementary tresshold, yakni empat persen," kata nya.

Wakil Sekretaris Jenderal Golkar Sarmuji membenarkan kabar kepindahan Priyo Budi Santoso itu. Kendati demikian, dia mengatakan sampai saat ini Priyo belum mengajukan pengunduran diri secara formal dari Golkar.

"Belum, sampai sekarang belum (mengundurkan diri)," kata Sarmuji.

Menanggapi kepindahan Prioyo menjadi Sekjen Partai Berkarya, Sarmuji mengatakan hal tersebut menunjukkan bahwa kader Golkar banyak yang berkualitas bagus dan dilirik partai lain. Namun, dia memastikan hal tersebut tidak bakal membuat partainya goyah lantaran sudah memiliki pengalaman.

Sejauh ini, Sarmuji berpendapat partainya tetap berusaha sebaik mungkin untuk merawat kadernya.
"Tapi seandainya ada kader yang berpindah partai karena melihat peluang yang lebih besar, kita enggak bisa menahan," ujarnya.

Yang bisa dilakukan, kata Sarmuji, adalah membentengi partai agar meski ada yang pindah, partainya bisa tetap bertahan dan semakin lama semakin besar.

 

Sumber : Tempo

Tag : partai golkar
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top