Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

MK Gelar Sidang Pengujian UU BUMN

Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang Pengujian UU No. 19 Tahun 2003 tentang Bahan Usaha Milik Negara (UU BUMN) dengan agenda Pemeriksaan Pendahuluan.
Gemal AN Panggabean
Gemal AN Panggabean - Bisnis.com 05 Maret 2018  |  19:21 WIB
MK Gelar Sidang Pengujian UU BUMN
Suasana saat sidang Pengujian UU No. 19 Tahun 2003 tentang Bahan Usaha Milik Negara (UU BUMN) di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (5/3/2018). - JIBI/Abdullah Azzam
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang Pengujian UU No. 19 Tahun 2003 tentang Bahan Usaha Milik Negara (UU BUMN) dengan agenda Pemeriksaan Pendahuluan.

Sebagai pemohon, Letjen TNI (Pur) Kiki Syahnakri bersama Peneliti Ekonomi Kerakyatan AM Putut Prabantoro beranggapan, pasal 2 (1) huruf a dan b UU 19/2003 untuk mengejar keuntungan serta pasal 4 (4) UU 19/2003 harus ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.

BACA JUGA

"Apabila BUMN bertansformasi menjadi persero, perusahaan tersebut tidak mungkin lagi meletakkan tujuan kemanfaatan umum sebagai tujuan utama, melainkan mencari keuntungan," katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin (5/3/2018).

Berdasarkan hal tersebut, pemohon meminta MK menyatakan  pasal yang diujikan inkonstitusional, tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat, dan harus diganti.

Dia menilai ketentuan tersebut telah menyebabkan transformasi BUMN dari perusahaan umum menjadi perusahaan perseroan (Persero) yang menyimpang dari tujuan pendirian.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mahkamah konstitusi
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top