Partai Republik Tolak Usulan Batasan Kepemilikan Senjata di AS

Pemimpin Partai Republik di Kongres AS menyatakan tidak akan menaikkan batas usia pembelian senjata api. Permintaan dinaikkannya batas usia pembeli senjata api kembali marak disampaikan setelah aksi penembakan di sekolah kembali terjadi pada 14 Februari 2018 di Florida.
Partai Republik Tolak Usulan Batasan Kepemilikan Senjata di AS Annisa Margrit | 28 Februari 2018 11:33 WIB
Partai Republik Tolak Usulan Batasan Kepemilikan Senjata di AS
Petugas penyelamat bersiap mengangkut korban di atas tandu dekat SMA Marjory Stoneman Douglas setelah insiden penembakan di Parkland, Florida AS. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemimpin Partai Republik di Kongres AS menyatakan tidak akan menaikkan batas usia pembelian senjata api.

Permintaan dinaikkannya batas usia pembeli senjata api kembali marak disampaikan setelah aksi penembakan di sekolah kembali terjadi pada 14 Februari 2018 di Florida.

Penolakan ini bukan yang pertama karena anggota Partai Republik di Kongres AS sudah beberapa kali menyampaikan hal yang sama setiap kali ada aksi penembakan massal di AS.

"Kita tidak seharusnya melarang warga yang taat hukum untuk memiliki senjata. Kita harus fokus pada upaya memastikan warga yang tidak seharusnya mendapatkan senjata tetap tidak bisa mendapatkannya," ujar Juru Bicara DPR AS Paul Ryan, seperti dilansir Reuters, Rabu (28/2/2018).

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengusulkan agar guru di sekolah dibekali senjata api dan batas usia minimum pembeli senjata semi otomatis dinaikkan dari 18 tahun menjadi 21 tahun. Namun, Ryan menyatakan Kongres tidak menyukai ide itu.

Menurutnya, keputusan itu mestinya ditentukan oleh pemerintah negara bagian setempat.

Namun, Juru Bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengungkapkan Trump masih mendukung kenaikan batas usia minimum dan akan merilis usulan kebijakan yang lebih spesifik pekan depan.

Sementara itu, anggota Senat AS dari Partai Demokrat Charles Schumer meminta Kongres untuk memperluas sistem pengecekan latar belakang calon pembeli senjata. Pengecekan, lanjutnya, mestinya mencakup semua jenis penjualan senjata api termasuk yang berlangsung di pameran dan melalui internet.

Usulan yang diajukannya telah dua kali gagal di Kongres dalam lima tahun terakhir. Upaya Schumer kembali gagal dalam rapat DPR pada Selasa (27/2) setelah Partai Republik menolak membawanya ke tahap pengambilan suara.

"Kami, Partai Demokrat, setidak-tidaknya meyakini kami harus meloloskan aturan mengenai pengecekan latar belakang yang lebih universal yang dapat memastikan senjata api yang beredar tidak jatuh ke tangan yang salah," paparnya.

Pemerintah negara bagian juga akhirnya mengambil keputusan sendiri. Florida misalnya, memutuskan untuk menaikkan batas usia minimum dari 18 tahun menjadi 21 tahun dan menerapkan masa tunggu selama 3 hari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
amerika serikat

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top