Baznas Berdayakan Ekonomi Masyarakat Duafa di Sumbar

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melaksanakan program pemberdayaan ekonomi dan pesantren ke berbagai daerah di Tanah Air, termasuk di wilayah Sumatera Barat.
Nurudin Abdullah | 26 Februari 2018 20:25 WIB
Anggota Baznas, Irsyadul Halim (ketiga kiri) secara simbolis menyerahkan mobil dakwah dari Baznas kepada Ketua Umum Yayasan Birrul Walidain, Misbach Mualim (keempat kanan) di Sumatera Barat, Senin (26/2/2018). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melaksanakan program pemberdayaan ekonomi dan pesantren ke berbagai daerah di Tanah Air, termasuk di wilayah Sumatera Barat.

Anggota Baznas, Irsyadul Halim, mengatakan pihaknya melakukan roadshow ke berbagai daerah, diantaranya ke Ranah Minang selama sepekan pada 21-25 Februari 2018 untuk memberdayakan mustahik dari kalangan fakir miskin.

“Ini dalam rangka memberdayakan mustahik yang masuk asnaf fakir dan miskin di empat lokasi di Sumbar, yakni Kabupaten Padang Pariaman, Tanah Datar, Agam dan Kota Bukittinggi,” katanya, Senin (26/2/2018).

Menurutnya, tim dari Baznas yang membidangi dakwah, ekonomi dan program pengembangan masyarakat Zakat Community Development (ZCD) melakukan kegaitan roadshow di wilayah Sumatera Barat.  

Dia menjelaskan program Baznas untuk Provinsi Sumbar, yang Pertama adalah bantuan mobil dakwah dan pelatihan kaligrafi digital yang dikelola Yayasan Birrul Walidain, Nagari Pakansinayan, Kecamatan Banuhampu, Kota Bukittinggi. 

Selanjutnya, Kedua yakni Baznas pusat mengevaluasi dalam Rapid Rural Appraisal (RRA) atau semacam workshop pendalaman permohonan bantuan untuk pedagang korban kebakaran Pasar Atas Bukittinggi yang telah mengajukan tambahan bantuan ke pusat dan sudah disurvei. 

"Semua kegiatan ini berkoordinasi dengan Baznas daerah. Seperti di Bukittinggi, ada bantuan dari Baznas daerah sebesar Rp850 juta untuk mustahik," ujarnya.

Irsyad mengatakan bantuan mobil dakwah dimanfaatkan untuk kegiatan dakwah di lingkungan Nagari Pakansinayan, dan juga mengangkut para santri dari rumahnya di perbukitan kaki Gunung Singgalang ke pesantren.

“Selama ini mereka sampai ke pesantren untuk sekolah dan mengaji menggunakan angkutan umum, dan bahkan ada santri yang terpaksa berjalan kaki karena tak punya ongkos,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Umum Yayasan Birrul Walidain, Misbach Mualim, menyebutkan, lembaganya memiliki ratusan santri dari Tamak Kanak-Kanak hingga tingkat Sekolah Menengah Umum dan perguruan tinggi.

"Terima kasih Baznas, yang telah memberikan bantuan mobil dakwah. Juga bimbingan dan peningkatan kualitas ilmu melalui pelatihan kaligrafi dakwah digital,” katanya.

Tag : sumatera barat, pendakwah
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top