Todung Mulya Lubis Dilantik Jadi Dubes di Norwegia dan Islandia

Todung Mulya Lubis selalu Duta Besar Republik Indonesia untuk Norwegia dan Islandia ingin memperkuat kerja sama di bidang Hak Asasi Manusia (HAM) dengan Norwegia.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 20 Februari 2018  |  17:35 WIB
Todung Mulya Lubis Dilantik Jadi Dubes di Norwegia dan Islandia
Sebanyak 17 Duta Besar Luar Biasa dan Berkedudukan Penuh (LBBP) berfoto bersama usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (20/2). Duta Besar LBBP yang dilantik Presiden tersebut diantaranya Arif Havas Oegroseno Duta Besar untuk Jerman, Muliaman Darmansyah Hadad Duta Besar untuk Konfederasi Swiss merangkap Liechtenstein, dan Todung Mulya Lubis untuk Kerajaan Norwegia. ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA -  Todung Mulya Lubis selalu Duta Besar Republik Indonesia untuk Norwegia dan Islandia ingin memperkuat kerja sama di bidang Hak Asasi Manusia (HAM) dengan Norwegia.

"Jadi saya bertanya dalam hati saya bahwa saya ditempatkan di Oslo, terutama karena memang interaksi HAM dengan negara-negara seperti Norwegia, Swedia, Islandia sangat dinamis dan sosok saya yang memang cukup lama bekerja dalam bidang HAM, selama ini oleh Presiden sebagai sosok yang tepat untuk bisa mewakili negara ini dalam aksi meningkatkan HAM di Indonesia," kata Todung di Istana Negara Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Todung pada hari ini dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Norwegia dan Islandia.

"Dan memberikan pengertian kepada negara-engara barat bahwa kompleksitas masalah HAM di Indonesia itu begitu luar biasa dan tidak semudah yang dibayangkan. Jadi harus ada semacam 'understanding'," ungkap Todung.

Todung mengaku ia dipanggil oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang menyampaikan bahwa Presiden Jokowi memintanya untuk berangkat ke ibu kota Norwegia, Oslo sebagai Dubes.

"Nah saya terkejut, saya sendiri tidak diberitahu sebelumnya, tapi saya langsung ditunjuk ke Oslo dan sehingga Oslo itu tempat yang sangat jauh juga tempat yang sangat dinamis untuk HAM, lingkungan hidup dan energi," tambah Todung.

Selama ini menurut Todung hubungan Indonesia-Norwegia sudah konstruktif tapi banyak kebijakan yang harus dilakukan untuk membawa investasi dari Norwegia ke Indonesia, termasuk banyak perjanjian untuk melakukan hubungan kebudayaan dan pendidikan dengan Norwegia.

"Dan saya cukup 'excited' untuk berangkat ke sana. Mungkin satu tantangan baru yang saya akan hadapi dan dengan semua jejaring, 'network' internasional yang saya punya, saya percaya mampu mendayagunakan semua jejaring dan saya berharap bahwa banyak yang saya buat untuk republik tercinta ini," ungkap Todung.

Sedangkan untuk Islandia, menurut Todung adalah salah satu negara kecil dengan penduduk sekitar 326 ribu orang.

Todung direncanakan berangkan pada pekan kedua atau ketiga Maret.

"WNI di Norwegia itu ada sekitar 6.000, di Oslo sendiri ada sekitar seribu. Banyak di sana yang bekerja di bidang energi, perikanan kemudian di bidang kelautan. Itu negara paling 'happy' di dunia. Kedua negara 'income' perkapitanya sangat tinggi. Ketiga negara yang ekonominya sangat maju. Jadi persoalan-persoalan yang mereka hadapi beda dengan yang kita hadapi," ucap Todung.

Kedua negara itu pun termasuk negara yang paling demokratis di dunia.

"Jadi saya memang ditempatkan di daerah yang sebetulnya kalau kita baca survei World Forum Norwegia adalah negara paling demokratis di dunia. Kemudian Islandia negara paling demokratis kedua di dunia. Jadi anda bisa bayangkan saya masuk ke negara surganya demokrasi," tutur Todung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
todung mulya lubis

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top