Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inggris Awasi Tindakan Kriminal dari Bitcoin

PM Inggris Theresa May mengatakan negara tersebut harus serius mengawasi Bitcoin dan mata uang virtual lainnya karena berpotensi menimbulkan tindak kriminal tingkat tinggi.
Gemal AN Panggabean
Gemal AN Panggabean - Bisnis.com 25 Januari 2018  |  19:33 WIB
Ilustrasi Bitcoin - Reuters/Dado Ruvic
Ilustrasi Bitcoin - Reuters/Dado Ruvic

Kabar24.com, JAKARTA - Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan negara tersebut harus serius mengawasi Bitcoin dan mata uang virtual lainnya karena berpotensi menimbulkan tindak kriminal tingkat tinggi.

"Cryptocurrency seperti Bitcoin, kita harus melihat ini dengan sangat serius, justru karena cara penggunaannya, terutama oleh penjahat," ungkapnya pada Kamis (25/1/2018).

Dia mengemukakan ingin mempertahankan London sebagai pusat keuangan global. Ini seakan memberi syarat bahwa Inggris tidak akan melarang mata uang virtual.

"Jelas kami menyadari pentingnya layanan keuangan dan kami ingin memastikan bahwa kami dapat terus melihat layanan keuangan tersebut yang memastikan bahwa Kota London mempertahankan perannya sebagai pusat keuangan global," ujarnya.

Dia menambahkan ada kemungkinan besar bagi Inggris untuk menarik perusahaan teknologi begitu Inggris meninggalkan Uni Eropa. Inggris ingin meraih kesepakatan dengan Uni Eropa pada akhir Maret pada masa transisi Brexit.

May menyatakan masa transisi harus memberikan kejelasan bagi perusahaan bisnis dan jasa keuangan. Dia mengaku merasakan sikap pragmatis di antara para pemimpin Uni Eropa untuk mendapatkan pengaturan yang sesuai untuk Inggris dan Uni Eropa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris bitcoin

Sumber : Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top