Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

UU Pemilu, Sekjen Gerindra Anggap Putusan MK Tak Rasional

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani memandang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal UU Pemilu tidak rasional.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 12 Januari 2018  |  02:26 WIB
UU Pemilu, Sekjen Gerindra Anggap Putusan MK Tak Rasional
Gedung Mahkamah Konstitusi di Jakarta. - Antara/Hafidz Mubarak
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA - Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani memandang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal UU Pemilu tidak rasional.

Pernyataan itu dismpaikannya setelah MK memutuskan menolak permohonan uji materi Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu terkait ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold/PT).

“Terkait dengan putusan presidential threshold, MK seperti kehilangan keseimbangannya, kehilangan akal sehat, dan bahkan kehilangan kewarasannya," ujar Muzani di Kompleks Parlemen pada Kamis (11/1/2018).

Menurut Muzani, hasil dari Pemilihan Umum 2014 bisa dipakai kembali untuk mengusung calon presiden di Pemilu 2019. Karena itu, alasan MK bahwa pasal tersebut kehilangan relevansinya, sangat tidak berdasar sehingga kontraproduktif.

“Kewenangan MK adalah menyelaraskan cara pandang, berpikir yang bertentangan dengan UUD 1945, yang dianggap bertentangan dengan demokrasi termasuk bertentangan dengan kewarasan dan rasionalitas,” ujarnya.

Atas putusan itu dia menilai MK telah kehilangan kredibilitasnya sebagai lembaga tempat mencari keadilan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mahkamah konstitusi Pilkada Serentak Ruu pemilu
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top