Dukung Trump, Guatemala Pindahkan Kedutaan Ke Yerusalem

Presiden Guatemala Jimmy Morales telah memberikan instruksi agar kedutaan besar Guatemala di Israel dipindahkan ke Yerusalem. Guatemala adalah satu dari segelintir negara yang mendukung Trump atas kebijakannya mengenai Yerusalem.
Nirmala Aninda | 25 Desember 2017 12:14 WIB
Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Nikki Haley berbicara dalam sebuah pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang Korea Utara di markas besar PBB di New York City, Amerika Serikat, Selasa (29/8/2017). - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Guatemala Jimmy Morales telah memberikan instruksi untuk memindahkan kedutaan besar Guatemala di Israel ke Yerusalem. 

Kebijakan ini dikeluarkan sesaat setelah pemerintahan negara Amerika Tengah itu memutuskan mendukung pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait status Yerusalem.

Reuters melaporkan Minggu (25/12/2017), Morales mengumumkan lewat akun resminya bahwa dia memutuskan memindahkan kedutaan besar Guatemala dari Tel Aviv setelah berdiskusi dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Seperti diketahui, Trump telah mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Kebijakan tersebut bertolak belakang dengan posisi politik AS selama beberapa dekade sebelumnya dan membuat sejumlah negara Arab serta sekutu Barat kesal. 

Status Yerusalem menjadi rintangan terbesar dalam mencapai kesepakatan damai antara Israel dan Palestina, yang sama-sama menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota mereka. Pada Kamis (21/12), 128 negara anggota PBB menentang Trump dengan menyetujui resolusi PBB yang menyerukan AS membatalkan pengakuannya atas kota itu. 

AS telah menyatakan bakal memutuskan bantuan bagi negara-negara yang menyepakati resolusi tersebut.

Adapun Guatemala dan Honduras merupakan dari segelintir negara yang bergabung dengan AS dan menentang resolusi itu. Negeri Paman Sam adalah sumber bantuan penting bagi kedua negara ini. 

Morales adalah seorang mantan komedian televisi yang memiliki basis dukungan konservatif Kristen yang cukup kuat. Pada awal 2017, dia terlibat perselisihan sengit dengan PBB ketika sebuah badan anti korupsi di Guatemala mencoba menggulingkannya. 

 

 

Sumber : Reuters

Tag : guatemala
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top