ISIS Klaim Tanggung Jawab Bom Gereja di Pakistan, 9 Warga Tewas

Setidaknya sembilan warga dilaporkan tewas dan lebih dari 50 orang terluka setelah dua pelaku bom bunuh diri menyerang sebuah gereja di kota Quetta, Pakistan. Kelompok ISIS telah menyatakan bertanggung jawab atas serangan ini.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 18 Desember 2017  |  15:03 WIB
ISIS Klaim Tanggung Jawab Bom Gereja di Pakistan, 9 Warga Tewas
Ilustrasi

Kabar24.com, JAKARTA – Setidaknya sembilan warga dilaporkan tewas dan lebih dari 50 orang terluka setelah dua pelaku bom bunuh diri menyerang sebuah gereja di Kota Quetta, Pakistan. Kelompok ISIS telah menyatakan bertanggung jawab atas serangan ini.

Peristiwa pada hari Minggu (17/12/2017) waktu setempat ini terjadi saat ratusan jemaat menghadiri kebaktian menjelang perayaan Natal di Bethel Memorial Methodist Church. Kedua pelaku bom kemudian muncul dan bentrok dengan aparat keamanan.

“Seorang pelaku berhasil dilumpuhkan di pintu masuk gereja, namun pelaku lainnya mampu masuk ke dalam,” kata Sarfaraz Bugti, Menteri dalam negeri untuk wilayah barat daya Provinsi Baluchistan.

Kepala kepolisan Baluchistan Moazzam Ansari memuji respons cepat aparat keamanan yang menjaga gereja. Penyerang yang berhasil masuk ke dalam gereja pun terluka dan tidak berhasil mencapai bangunan utama.

“Jika tidak, jumlah nyawa yang hilang bisa jauh lebih tinggi,” katanya kepada wartawan, seperti dikutip dari Bloomberg.

Kepala Polisi Quetta Abdur Razzaq Cheema melanjutkan bahwa saat ini proses pencarian masih tetap dilakukan untuk dua tersangka kaki tangan yang lolos.

ISIS

Kelompok ISIS telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, seperti dilaporkan kantor berita Aamaq. Meski tidak banyak memberi keterangan lebih lanjut, kedua pelaku yang masuk ke dalam gereja dinyatakan sebagai anggota kelompok tersebut.

Ini adalah pertama kalinya ISIS mengklaim serangan terhadap sebuah gereja di Pakistan, meskipun sejumlah ekstremis muslim telah mengklaim serangan terhadap gereja di masa lampau. Contoh paling mematikan adalah pada September 2013, saat bom bunuh diri menewaskan 85 orang di sebuah gereja di Peshawar.

Lima puluh tujuh orang dilaporkan terluka dalam serangan yang terjadi akhir pekan kemarin, termasuk tujuh yang dinyatakan dalam kondisi kritis, menurut Wasim Baig, juru bicara rumah sakit di Quetta.

Aqil Anjum, yang tertembak di lengan kanannya, mengatakan kepada The Associated Press bahwa dia mendengar sebuah ledakan di tengah-tengah proses kebaktian, yang kemudian disusul dengan tembakan senjata.

“Keadaannya sangat kacau. Rentetan peluru menghujani orang-orang di dalam penjara ruangan tertutup,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bom bunuh diri

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup