Wakil Sekjen : ICMI Dukung Jokowi Demi Kesejahteraan Rakyat

Wakil Sekjen Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, ICMI, Rofikatul Karimah menilai bahwa pernyataan Jimly Asshiddiqie selaku Ketua Umum ICMI mendukung Presiden Jokowi untuk kedua kali merupakan bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
John Andhi Oktaveri | 13 Desember 2017 13:33 WIB
Jimly Asshiddiqie - icmijabar

Kabar24.com, JAKARTA--Wakil Sekjen Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, ICMI, Rofikatul Karimah menilai bahwa pernyataan Jimly Asshiddiqie selaku Ketua Umum ICMI mendukung Presiden Jokowi untuk kedua kali merupakan bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“ICMI hadir harus berdaya guna, karena bicara cendekiawan itu berkaitan dengan ilmu, sedangkan puncak dan aksiologi ilmu itu untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (13/12/2017).

Menurut pengamat kebijakan publik itu, kalau dalam hukum Islam ada istilah maqoshid, para cendekia yang mendukung Presiden yang sudah dipilih secara demokratis itu bagian dari implementasi mewujudkan kesejahteraan sosial.

Fika menjelaskan, langkah ICMI mendukung Presiden Jokowi selama 10 tahun perlu dilihat subtansinya untuk kepentingan bangsa dan negara yang lebih luas. Sedangkan ICMI turut berperan dan punya andil dalam kebijakan bangsa untuk jangka panjang dengan tujuan kemaslahatan bersama.

Dia menilai polemik pro dan kontra dukungan terhadap Joko Widodo terlalu naif dan kecil untuk dipersoalkan.

“ICMI bukan ikut politik praktis tapi ICMI dibangun bukan menjadi oposisi pemerintahan siapa pun, jadi kacamata teori guna dan manfaat maslahah itu mestinya yang menjadi tolok ukur kata mendukung 10 tahun,” ujarnya.

Menurutnya, ICMI sebagai anak bangsa yang lahir dari buah kemerdekaan layak ikut mewarnai kebijakan pembangunan dengan maqoshid syariah, maslahah mursalah, dalam peradaban ilmu teknologi, ekonomi dan politik.

“Jadi ICMI tetap berorientasi pada nilai-nilai tentang keilmuan, kecendekiawanan karena puncak dari sebuah ilmu adalah sebuah kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, menanggapi perbedaan pendapat di internal ICMI, seperti pernyataan Fuad Bawazier beberapa waktu lalu. Fika menerangkan, siapa pun boleh berpendapat akan tetapi yang menjadi pendapatnya harus berpijak pada nilai-nilai kebenaran.

Tag : icmi
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top