Banjir Pacitan Mulai Surut, Warga Kesulitan Bahan Makanan

Banjir besar yang melanda Kabupaten Pacitan mulai surut seiring berkurangnya intensitas hujan, tetapi akses ke Pacitan masih sulit, Rabu (29/11/2017).
Indyah Sutriningrum | 29 November 2017 09:48 WIB
Warga menyeberangi banjir bandang yang memutus jalur lintas selatan Desa Hadiwarno, Pacitan, Jawa Timur, Selasa (28/11). Badai Siklon Tropik yang melanda kawasan pesisir selatan Jawa telah memicu hujan deras sejak sehari sebelumnya sehingga menyebabkan puluhan desa di empat kecamatan daerah itu terendam banjir bandang dan longsor. ANTARA FOTO - Destyan Sujarwoko

Kabar24.com, PACITAN - Banjir besar yang melanda Kabupaten Pacitan mulai surut seiring berkurangnya intensitas hujan, tetapi akses ke Pacitan masih sulit, Rabu (29/11/2017).

Debit air Sungai Grindulu terlihat mulai berkurang, air yang menggenangi jalan-jalan di wilayah kota juga mulai surut. Namun, di beberapa daerah terutama yang parah, rumah masih tergenang. Warga berharap hujan segera berhenti terutama di wilayah hulu.

Warga yang rumahnya terendam sudah diungsikan ke beberapa tempat seperti gelanggang olah raga dan sejumlah sekolah. Adapula warga yang mengungsi ke tetangga yang rumahnya berlantai dua.

Sejumlah pihak membuka dapur umum untuk membantu para korban banjir. Salah satunya Ardya, warga Bangunsari. Menurut dia kendala dapur umum adalah bahan makanan yang agak susah didapat.

Tak hanya warga Pacitan, relawan dari luar kota juga bergerak ke Pacitan meski akses ke kota itu sulit karena jalan keluar masuk ke Pacitan, baik dari Ponorogo, Trenggalek, Solo, dan Yoyga tidak bisa dilalui.

"Kami dari Solo dan tim mulai bergerak langsung ke TKP koordinasi dengan pegiat sosial di Pacitan, Ibu Harto. Beliau bikin dapur umum dan jemput bola memakai armada sepeda motor ke Pringkuku karena info terakhir akses jalan ke Pacitan terputus," ujar Liesmianingsih, warga asal Pacitan yang berdomisili di Solo.

Putusnya akses ke Pacitan juga membuat beberapa warga Pacitan yang sedang di luar kota kesulitan pulang. Seperti Suryadi yang batal mengikuti acara kejurnas dan memutuskan pulang ke Pacitan.

"Tetapi saya bingung mau pulang dari Yogya ke Pacitan," ujarnya.

Selain itu, akses komunikasi ke Pacitan juga masih sulit. Sejumlah warga menuturkan sulit menelepon keluarganya di Pacitan. Diyah yang tinggal di Surabaya, misalnya, sulit menelepon ibunya di Pacitan.

 

Tag : pacitan
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top