UEA & Arab Saudi Klaim Stok Minyak Global Alami Penurunan

Pejabat Uni Emirat Arab (UEA)dan Arab Saudi mengklaim persediaan minyak mentah global telah menurun. Di sisi lain, mereka juga mengatakan bahwa permintaan terhadap komoditas tersebut tercatat mengalami kenaikan signifikan.
Yustinus Andri DP | 27 November 2017 21:26 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Pejabat Uni Emirat Arab (UEA)dan Arab Saudi mengklaim persediaan minyak mentah global telah menurun. Di sisi lain, mereka juga mengatakan bahwa permintaan terhadap komoditas tersebut tercatat mengalami kenaikan signifikan.

Amin Nasser, CEO perusahaan minyak milik negara Arab Saudi yakni  Saudi Aramco, mengatakan permintaan minyak mentah global terus meningkat. Sementara itu, persediaan minyak kembali ke tingkat normalnya sejak melonjak dalam lima tahun terakhir.

“Kondisi ini kami yakini akan membantu kenaikan harga minyak global secara siginifikan,” katanya, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (27/11/2017).

Hal senada juga dikatakan oleh Menteri Energi UEA Suhail Al Mazrouei. Menurutnya, keberhasilan negara-negara anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak Dunia (OPEC) dan non-OPEC dalam memangkas produksi minyak global telah membuahkan hasil.

Dia pun optimis, proses pemangkasan produksi minyak global akan dilanjutkan kembali oleh OPEC. Seperti diketahui, negara-negara anggota OPEC akan kembali bertemu di Wina pada 30 November 2017.

Adapun, salah satu agenda utama pertemuan tersebut adalah pembahasan mengenai kelanjutan kebijakan pemangkasan minyak global. Tercatat, negara anggota OPEC dan non-OPEC seperti Rusia dan sembilan negara lain sepakat untuk memangkas produksi minyak global hingga 1,8 juta barel per hari, hingga Maret 2018.

Terpisah, negara anggota OPEC dan Rusia secara informal telah menyatakan kesiapannya untuk memperpanjang batas produksi minyak mereka sampai akhir tahun depan. Meskipun demikian negara-negara tersebut masih belum mau menyebutkan secara rinci besaran kapasitas produksi baru yang diperkenankan nantinya.

Sementara itu, apabila ditilik dari data terbaru, harga minyak global terekam mengalami penguatan sepanjang tahun ini. Harga acuan minyak mentah Brent yang diperdagangkan di London, menguat 12% pada tahun ini menjadi US$63,82 per barel pada Senin (27/11).

Terpisah, berdasarkan perkiraan OPEC, permintaan minyak mentah dari negara anggota diperkirakan akan turun pada 2019. Permintaan diproyeksikan akan mencapai 33,10 juta barel per hari, turun sebesar 600.000 barel per hari dari perkiraan sebelumnya sebesar 33,70 juta barel per hari. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
opec

Sumber : bloomberg
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top