Uber dan Nasa Segera Realisasikan Taksi Terbang

Uber menandatangani kesepakatan dengan NASA untuk mengembangkan sistem lalu lintas untuk proyek mobil terbangnya yang diharapkan dapat mulai diuji pada tahun 2020.
Mia Chitra Dinisari | 09 November 2017 11:04 WIB
Ilustrasri - uber Taxi - mises.org

Kabar24.com, JAKARTA - Uber menandatangani kesepakatan dengan NASA untuk mengembangkan sistem lalu lintas untuk proyek mobil terbangnya yang diharapkan dapat mulai diuji pada tahun 2020.

Layanan teranyar tersebut, merupakan ambisi mereka dalam "on demand aviation" tahun lalu yang disebut Uber Elevate.
Uber mengatakan pada konferensi teknologi Web Summit di Lisbon bahwa mereka menandatangani Perjanjian Aksi Luar Angkasa dengan NASA untuk pengembangan"manajemen lalu lintas tak berawak." Ini adalah dorongan NASA untuk mengetahui bagaimana sistem udara tak berawak (UAS), seperti pesawat tak berawak yang terbang di tempat yang rendah, dapat beroperasi dengan aman.

Uber ingin membuat kendaraan lepas landas vertikal dan pendaratan. Itu akan memungkinkan mobil terbang mereka lepas landas dan mendarat secara vertikal. Mereka akan terbang di tempat yang rendah.

Ini adalah kemitraan pertama start-up dengan badan pemerintah federal A.S. NASA juga bekerja sama dengan perusahaan lain untuk mengembangkan manajemen lalu lintas untuk kendaraan dengan ketinggian rendah ini.

"UberAir akan melakukan lebih banyak penerbangan setiap hari daripada yang pernah dilakukan sebelumnya. Dengan melakukan hal ini dengan aman dan efisien, akan memerlukan perubahan mendasar dalam teknologi pengelolaan wilayah udara," ujar Jeff Holden, chief product officer Uber, seperti dikutip CNBC.

"Menggabungkan keahlian rekayasa perangkat lunak Uber dengan pengalaman penguasaan wilayah NASA selama bertahun-tahun untuk mengatasi hal ini merupakan langkah maju yang penting bagi Uber Elevate." tambahnya.

Kesepakatan NASA adalah yang terbaru dalam serangkaian kemitraan yang Uber telah dapatkan untuk mendapatkan UberAir - yang merupakan layanan baru Uber.
Awal tahun ini dikatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan pihak berwenang di Dallas-Fort Worth dan Dubai untuk membawa taksi terbang ke kota-kota tersebut. Perusahaan ini juga menandatangani kemitraan dengan produsen pesawat terbang dan perusahaan real estate untuk mengetahui di mana lokasi lepas landas dan pendaratan untuk mobil terbang bisa terjadi.

Uber juga mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk mengeksekusi proyek tersebut di Los Angeles pada tahun 2020 bersama dengan kota-kota lainnya yang telah diumumkan. Perusahaan mengharapkan tarif perjalanan Uber elevated ini akan kompetitif dengan UberX. Proyek ini juga untuk mendukung Olimpiade 2028 di Los Angeles.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
taksi uber

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup