Jokowi Diusulkan Dapat Marga Seperti Kahiyang, Darmin Setuju!

Putri Presiden Joko Widodo Kahiyang Ayu resmi menjadi Boru Siregar melalui upacara adat di kediaman Doli Sinomba Siregar, Medan Johor, Selasa (21/11) hari ini. Muncul pertanyaan, apakah Presiden Jokowi juga akan diberikan marga?
Siti Munawaroh | 21 November 2017 17:39 WIB
Presiden Joko Widodo bersama Ibu Iriana Joko Widodo menggunakan pakaian adat Batak menyapa warga ketika tiba di Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Minggu (21/8). - Antara

Kabar24.com, MEDAN - Putri Presiden Joko Widodo Kahiyang Ayu resmi menjadi Boru Siregar melalui upacara adat di kediaman Doli Sinomba Siregar, Medan Johor, Selasa (21/11) hari ini. Muncul pertanyaan, apakah Presiden Jokowi juga akan diberikan marga?

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, yang mewakili keluarga Muhammad Bobby Afif Nasution, menjelaskan wacana pemberian marga kepada Jokowi sudah terlontar. Namun Darmin mengaku belum mengetahui kapan pemberian marga kepada Jokowi akan digelar.

"Kita itu datang tadi acaranya meminta marga buat Kahiyang. Dan itu disetujui. Ada dari marga lain, yang mengusulkan supaya sekaligus diberi marga kepada Pak Jokowi. Kita setuju saja, senang saja, tetapi masa dengan acara seperti ini memberi marga kepada Pak Jokowi. Kita cari waktu yang lain," jelas Darmin di sela-sela acara penabalan/penobatan marga bagi Kahiyang, hari ini.

Menurut Darmin, pemberian marga perlu dilaksanakan, agar seseorang punya kedudukan yang jelas dalam adat Tapanuli Selatan. Terlebih lagi Bobby mempersunting gadis keturunan Jawa.

Dalam adat Mandailing, Kahiyang harus ditabalkan dengan marga dari ibu kandung Bobby, sehingga marga Siregar yang disematkan. Pemberian marga kepada Kahiyang dilakukan dengan cara keluarga Nasution datang ke rumah Siregar untuk meminta marga.

"Kita, apakah Suhut, Anak Boru, Kahanggi datang berombongan untuk menyampaikan permohonan agar Kahiyang diberikan Marga Siregar. Itu berjalan dengan baik semuanya," ujar Darmin.

Setelah menyandang status sebagai marga Siregar, Kahiyang pun punya hak dan kewajiban. Darmin berpesan agar Kahiyang harus banyak belajar memahami istilah-istilah panggilan yang ada di adat Tapanuli Selatan.

"Kalau Kahiyang kepada Nasution, dia manggilnya Amangboru. Kita harus menghormati apa yang terjadi dalam keluarganya. Kalau ada kesusahan tidak perlu diundang -undang, datang saja langsung. Itu kewajiban kita. Sebaliknya, ke pihak dia itu memanggil tulang, dia harus rajin-rajin dengar apa yang ada di keluarga itu. Kalau ada apa-apa tanpa diundang harus datang," papar Darmin yang hari ini datang sebagai Suhut Kahanggi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jokowi

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top