PT Hanjung Indonesia Manfaatkan Tambahan Waktu PKPU untuk Negosiasi

Pasalnya rencana Hanjung Indonesia menggaet investor asal Korea Selatan telah kandas.
Deliana Pradhita Sari | 15 November 2017 21:49 WIB
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. - Deliana Pradhita Sari

Bisnis.com, JAKARTA — Setelah mendapatkan tambahan waktu 15 hari sebagai perpanjangan masa PKPU terakhir, perusahaan konstruksi PT Hanjung Indonesia segera menggunakan kesempatan itu untuk bernegosiasi dengan calon investor baru.

Pasalnya rencana Hanjung Indonesia menggaet investor asal Korea Selatan telah kandas. “Kami berharap negosiasi bisa goal dalam waktu PKPU 270 hari ini,” kata Salah satu pengurus penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) Fitri Safitri, Rabu (15/11/2017).

Dia menuturkan, debitur tidak mengubah proposal perdamain sedikit pun. Tawaran debitur telah final tercantum dalam proposal terakhir yahg disodorkan Agustus lalu.

Perpanjangan masa restrukturisasi PT Hanjung selama 15 hari adalah yang terakhir sebelum tenggat masa PKPU 270 hari selesai. Sejak putusan PKPU pada 17 Maret, Hanjung Indonesia telah memanfaatkan waktu selama 255 hari.

Dalam rapat dengan agenda pemungutan suara, 10 kreditur konkuren menyetujui perpanjangan secara aklamasi. Sementara itu, dua di antara empat kreditur separatis menerima dan dua sisanya menolak.

Dua kreditur separatis atau dengan jaminan yang menolak yaitu Bank KEB Hana Indonesia dan PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906. Keduanya masing-masing memegang tagihan US$4,4 juta dan US$2 juta.

“Dari hasil voting, saya akan melaporkan kepada hakim pemutus untuk membuat keputusan perpanjangan,” kata Fitri Safitri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pkpu

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top