Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KAPOLRES MIMIKA: Sekelompok Anggota Keroyok Wartawan di Timika Hingga Babak Belur

Kapolres Mimika AKBP Victor D Mackbon mengakui sekelompok anggotanya mengeroyok Sadil, wartawan Okezone, hingga babak belur, di Timika pada Sabtu (11/11) sekitar pukul 22/50 WIT.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 November 2017  |  10:32 WIB
Demo terkait kekerasan terhadap wartawan - Bisnis
Demo terkait kekerasan terhadap wartawan - Bisnis

Bisnis.com, TIMIKA -  Kapolres Mimika AKBP Victor D Mackbon mengakui sekelompok anggotanya mengeroyok Sadil, wartawan Okezone, hingga babak belur, di Timika pada Sabtu (11/11) sekitar pukul 22/50 WIT.

"Tindakan ini menunjukan tidak profesionalnya tugas kepolisian dan menciderai silahturahmi kami dengan rekan-rekan," kata Victor ketika dihubungi dari Timika, Minggu (12/11/2017).

Sebelumnya, sekelompok anggota polisi Polres Mimika melakukan pengeroyokan terhadap seorang Sadil hingga wajah Saldi tampak pecah di bagian kiri.

Bagian lain wajahnya tampak bengkak dan lebam, dan Saldi mengaku juga mengalami sakit pada bagian rusuk kanannya.

"Saya dikeroyok sekitar enam sampai delapan orang di Pos Terpadu. Sampai di Polres, saya kembali dipukuli oleh anggota Brimob di pos penjagaan," cerita Saldi kepada wartawan di SPKT Polres Mimika.

Kasus tersebut diduga bermula dari kegiatan pasar malam di Lapangan Indah.

Saat itu sempat terjadi kericuhan. Saldi yang saat itu bersama anaknya di lapangan mengkritik aparat melalui status facebooknya.

Diduga kuat, kritik tersebut dianggap oleh aparat kepolisian dalam hal ini Satuan Sabhara Polres Mimika sebagai pelecehan.

Aparat Sabhara Polres Mimika lalu menciduk Saldi yang sedang nongkrong di depan Satlantas Polres Mimika untuk dibawa ke Pos Terpadu di Jalan Budi Utomo.

Pemimpin redaksi salah satu media di Timika, Fidel kepada wartawan mengutuk tindak pengroyokan tersebut.

Menurut dia, tindakan oknum sekelompok polisi tersebut tidak mencerminkan tugas sebagai aparat penegakan hukum.

"Yang lakukan penembakan di Tembagapura saja tidak dibikin begitu, malah diajak negosiasi. Apa yang dialami Saldi tidak manusiawi, teman-teman bisa menyaksikan sendiri. Harusnya mengedepankan penegakan hukum, bukan penganiayaan," kata Fidel.

Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Vox Dei Paron Helan SIK mengakui peristiwa pengeroyokan tersebut.

Personel polisi yang terlibat, menurutnya segera diperiksa oleh provost.

"Yang jelas dari kepolisian, Polres Mimika memohon maaf terkait adanya kejadian ini," katanya.

Atas kejadian itu Kapolres Mimika menyatakan bahwa pihaknya salah.

Victor juga mengungkapka permohonan maaf kepada Saldi dan awak media di wilayah itu. Ia juga berdoa agar Saldi cepat sembuh.

"Saya berharap hal ini menjadi koreksi internal buat saya selalu pimpinan Polres kepada anggota kami," katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kekerasan wartawan

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top