Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Gunung Agung Awas, Kemenhub Siapkan Langkah Mitigasi

Rencana kontigensi yang melibatkan para stakeholder perlu dilakukan guna mengantisipasi dampakapabila Gunung Agung erupsiterhadap kegiatan penerbangan.
Ringkang Gumiwang
Ringkang Gumiwang - Bisnis.com 24 September 2017  |  19:36 WIB
Gunung Agung Awas, Kemenhub Siapkan Langkah Mitigasi
Wisatawan mancanegara menunggu mobil angkutan setelah Gunung Agung ditetapkan menjadi level awas di Karangasem, Bali, Jumat (22/9) malam. - ANTARA/Wira Suryantala
Bagikan

JAKARTA—Kementerian Perhubungan akan menyiapkan sejumlah langkah mitigasi dalam menjaga keselamatan penerbangan nasional seiring dengan meningkatnya aktivitas Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso mengatakan rencana kontigensi yang melibatkan para stakeholder perlu dilakukan guna mengantisipasi dampak—apabila Gunung Agung erupsi—terhadap kegiatan penerbangan.

“Kondisi cuaca harus diperhatikan benar-benar, pengelola navigasi penerbangan dan pilot harus melakukan koordinasi intensif dengan PVMBG [Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi],” katanya, Minggu (24/9).

Selain itu, Agus juga mengingatkan agar seluruh pemangku kepentingan dapat melakukan kegiatan operasional penerbangan sesuai dengan prosedur standar operasi (SOP) yang telah ditetapkan, terutama terkait aktivitas gunung berapi.

Dia menekankan bahwa keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan harus terus diperhatikan. Selain itu, dia juga meminta seluruh pihak terkait untuk bersiap menghadapi segala sesuatunya.

“Jangan memaksakan untuk terbang kalau memang kondisinya tidak memungkinkan dan ada larangan untuk itu. Maskapai dan pengelola bandara juga harus siap antisipasi penanganan penumpukan penumpang apabila terjadi delay,” tuturnya.

Agus juga meminta para pengguna jasa angkutan udara untuk bersabar dan tetap mengikuti aturan yang berlaku apabila terjadi hal-hal yang membuat keterlambatan penerbangan.

Kemenhub akan terus memantau perubahan kondisi akibat aktivitas vulkanik Gunung Agung itu bersama pihak-pihak terkait seperti PVMBG, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Selain itu, Direktorat Perhubungan Udara Kemenhub juga akan proaktif dengan menerbitkan notice to airmen (Notam) apabila terjadi perubahan kondisi cuaca, baik kondisi yang positif maupun negatif untuk penerbangan.

BNPB melaporkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang terus meningkat, sehingga status Gunung Agung dinaikkan dari Siaga (Level 3) menjadi Awas (Level 4).

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan level awas adalah level tertinggi dalam status gunung api. Adapun, status awas Gunung Agung berlaku mulai dari 22 September 2017.

Sekadar informasi, Kemenhub juga membatasi area pelatihan penerbangan pilot yang ada di Bali dan Lombok. Area pelatihan masih berjalan normal, namun area pelatihannya dijauhkan dari area Gunung Agung.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub gunung agung
Editor : Rahayuningsih
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top