Penanganan Gunung Agung Dilaporkan ke Washington

Langkah-langkah yang diambil pemda dan pemerintah pusat terhadap penanganan dampak aktivitas Gunung Agung akan dilaporkan kepada panitia pelaksanaan IMF & World Bank Annual Meeting di Amerika Serikat.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 24 September 2017  |  18:46 WIB
Penanganan Gunung Agung Dilaporkan ke Washington
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (kedua kanan) - ANTARA/Nyoman Budhiana

Kabar24.com, DENPASAR--Langkah-langkah yang diambil pemda dan pemerintah pusat terhadap penanganan dampak aktivitas Gunung Agung akan dilaporkan‎ kepada panitia pelaksanaan IMF & World Bank Annual Meeting di Amerika Serikat.

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan minggu depan pihaknya akan melaporkan seluruh upaya yang telah ditempuh untuk menangani ancaman letusan Gunung Agung.

"Kami minggu depan di Washington akan ditanya, kira-kira bagaimana pelaksanaan Annual Meeting tahun depan dengan akan meledaknya Gunung Agung," tuturnya saat melihat lokasi pengungsian di GOR Sweca pura, Klungkung, Minggu (24/9/2017).

Luhut mengaku akan berkoordinasi dengan Gubernur BI Agus Martowardoyo dan Menkeu Sri Mulyani terkait langkah-langkah antisipatif apabila situasi memburuk.

Menurutnya, rencana kontigensi sudah disiapkan, kendati demikian pihaknya menunggua perkembangan dalam dua minggu ke depan.

Dia menilai semua upaya yang sudah ditempuh Bupati Klungkung Nyoman Suwirta dan Bupati Karangasem Mas Sumantri sudah sangat baik.

Saat ditanya apakah Pemerintah sudah mempersiapkan lokasi cadangan jika situasi memburuk Menko Luhut ia menjawab hal itu sudah dibicarakan.

Dalam kesempatan tersebut Menko Luhut menyampaikan sumbangan sebesar Rp900 juta dari panitia pelaksanaan ajang tahunan IMF dan World Bank di Bali.

Selain mengunjungi lokasi pengungsi di GOR Sweca Pura,‎ Luhut juga mengunjungi Pos Satgas Kebencanaan di Tanah Ampo, Karangasem. Sementara itu, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta menyatakan sudah sekitar 3.000 orang pengungsi berada di wilayahnya.

Mereka tersebar di sekitar 80 titik lokasi pengungsian seperti banjar-banjar dan paling banyak ditampung di GOR Sweca Pura. Diakuinya, data pengungsi hingga kini masih terus diversifikasi karena ada sejumlah pengungsi tercatat di lebih satu lokasi pengungsian.

"Ada yang daftar disini kemudian pindah di pos lain tetapi tidak melaporkan akhirnya tercatat di sini dan tempat lain. Hal-hal seperti ini yang kami sekarang rapikan," jelasnya ditemui di lokasi sama.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa Pemkab Klungkung sudah sangat siap menampung pengungsi dari kabupaten tetangga tersebut. Bahkan, kata Suwirta, sejumlah muda-mudi di seluruh banjar menyatakan kesiapannya membantu meringankan beban pengungsi.

Selain itu, mulai Senin (25/9/2017), anak-anak pengungsi akan mulai dijamin masuk sekolah sehingga tidak kehilangan kesempatan belajar.

Berdasarkan data Posko Bersama di Tanah Ampo, hingga pukul 18.00 Wita, total tercatat sebanyak 43.036 orang telah mengungsi dari ancaman erupsi Gunung Agung. Mereka tersebar di Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, di Kabupaten Klungkung, Kecamatan Sidemen, Rendang, Manggis dan Bebandem.

Selain itu, ada pula yang berada di Denpasar, Bangli, Jembrana serta pengungsi mandiri yang berada tersebar di saudara maupun kenalan mereka.

Menanggapi banyaknya titik titik pengungsian Gubernur Pastika menginstruksikan agar tempat pengungsian diatur kembali.

Untuk pengungsian yang terdiri kurang dari 200 orang agar bergabung dengan pengungsi lainnya di beberapa lokasi pengungsian yang cukup besar seperti di UPT Pertanian di Rendang , Lapangan di Desa Les , Lapangan Ulakan serta GOR Sweca Pura.

"Ini dilakukan untuk mempermudah distribusi makanan, pemantauan keamanan, serta kesehatan para pengungsi," tuturnya.

Pastika memperkirakan jika terjadi erupsi maka jumlah pengungsi bisa terus bertambah bahkan dapat mencapai 70.000 orang. Dia memastikan bahwa semua daerah di Pulau Dewata sudah menyatakan kesiapannya untuk menghadapi arus pengungsi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gunung agung

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup