Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mau Daftarkan Paten? Pemohon Harus Serius

Minimnya pendaftaran paten yang datang dari pelaku lokal tak sekadar masalah inovasi dalam negeri yang masih terbatas, tetapi juga soal keseriusan pendaftar.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 13 September 2017  |  20:33 WIB
Mau Daftarkan Paten? Pemohon Harus Serius
Ilustrasi Ditjen Kekayaan Intelektual, Kemenkumham - repro/Taufikul
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Minimnya pendaftaran paten yang datang dari pelaku lokal tak sekadar masalah inovasi dalam negeri yang masih terbatas, tetapi juga soal keseriusan pendaftar.

Wakil Sekjen Asosiasi Konsultan Hak Kekayaan Intelektual (AKHKI) Debbie Juliane Manurung membeberkan beberapa faktor apa saja tantangan bagi pelaku lokal yang ingin mengajukan hak paten atas temuannya.

Berawal dari menghadirkan inovasi yang benar-benar baru, mengandung langkah inventif dan dapat diterapkan pada industri. Menurutnya, persyaratan awal sudah dapat ditemui melalui dokumen paten.

Selanjutnya, perlu dipikirkan biaya riset yang tinggi ditambah dengan menyediakan biaya khusus, termasuk untuk program perlindungan patennya.

“Perlindungan paten tidak muncul dengan sendirinya, harus didaftarkan ke DJKI dan menunjuk konsultan untuk memberikan advise agar dapat perlindungan yang maksimal,” tuturnya ketika dihubungi Bisnis, Rabu (13/9/2017).

Debbie mengingatkan bahwa untuk mengajukan paten, prinsip kebaruan yang belum pernah diumumkan perlu benar-benar dipikirkan.

Disarankan penelusuran harus dilakukan berdasarkan paten atau publikasi akademis terkait dengan invensi yang ingin dilindungi. Akhirnya, waktu diberikannya paten juga memerlukan proses yang relatif lama.

Menurutnya, minimnya permohonan paten dalam negeri juga karena belum banyak pelaku yang benar-benar menikmati manfaatnya, sehingga kesadarannya masih kurang.

“Jumlah pelaku usaha masih kalah dengan negara-negara maju, akhirnya masalah paten belum menjadi prioritas,” katanya.

Berdasarkan pengalaman negara lain, besaran biaya untuk mendapatkan paten sudah diperhitungkan dari awal. Pasalnya, hak monopoli yang besar jika dilihat dari sudut pandang ekonomi.

Dia menambahkan atas alasan tersebut, negara tidak sembarangan memberikan persetujuan hak paten.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

paten
Editor : M. Taufikul Basari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top