Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Timbun 300 Ton Bangkai Babi, 5 Orang Ini Dijebloskan ke Dalam Sel

Sebanyak lima orang ditahan ketika Otoritas China melakukan investigasi di sebuah lokasi penyembunyian 300 ton babi mati yang ditemukan di pegunungan bagian selatan.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 12 September 2017  |  16:48 WIB
Timbun 300 Ton Bangkai Babi, 5 Orang Ini Dijebloskan ke Dalam Sel
Seorang pekerja melintas di sebuah peternakan babi di pinggiran Beijing, 7 September 2012. - Reuters/David Gray
Bagikan

Kabar24.com,JAKARTA- Sebanyak lima orang ditahan ketika Otoritas China melakukan investigasi di sebuah lokasi penyembunyian 300 ton babi mati yang ditemukan di pegunungan bagian selatan.

Pejabat Lingkungan di Kota Huzhou Provinsi Zhejiang menemukan bangkai yang diseret ke wilayah pegunungan untuk kemudian dikubur dan bukannya dibakar sesuai dengan undang-undang tentang ternak terkait ternak yang mati karena penyakit.

Terkait hal ini, Kementerian Pertanian China mendesak agar dilakukan investigasi penuh.

"Otoritas Zhejiang harus mencari dan menutup celah agar penanganan ternak yang sakit atau mati bisa dilakukan dengan aman," kata kementerian tersebut di situsnya seperti dikutip dari Reuters, Selasa (12/9/2017).

Menurut media setempat, hal ini terkait dengan skandal kesalahan penangaan hewan ternak yang terjangkit penyakit.

Saat ini, China meningkatkan usahanya memerangi polusi udara, tanah dan air dengan melakukan inspeksi guna menegakkan cara baru yang lebih tegas atas siapa pun yang melanggar undang-undang perlindungan lingkungan.

Sebuah perusahaan yang diyakini berada di balik skandal terbaru ini, Huzhou Industrial and Medical Waste Treatment Co, menguburkan hewan mati yang menurut estimasi polisi telah terakumulasi selama lebih dari 4 tahun di tiga lokasi di pegunungan Dayin.

Seorang mantan manajer perusahaan tersebut, Shi Zeng yang saat ini mendekam di penjara karena tindak kejahatan lainnya, diduga menjadi pihak yang bertanggung jawab atas keputusan untuk mengubur sejumlah babi tersebut.

Sementara itu, lima orang terduga lainnya juga telah ditahan.

Keberadaan bangkai babi ini disebut sudah menjadi rahasia umum selama bertahun-tahun dan penduduk setempat kerap protes karena bau tidak sedap yang ditimbulkan.

Namun, sumber bau tak sedap tersebut baru bisa diungkap setelah petugas inspeksi lingkungan membawa alat penggali setelah menerima komplain dari penduduk sekitar.

China yang menjadi negara dengan peternakan babi terbesar di dunia, karena daging babi merupakan daging pokok di sana, telah menghadapi sejumlah skandal terkait bangkai babi sebelumnya.

Pada 2013 lalu, sebanyak 6.000 bangkai babi yang membusuk ditemukan mengambang di sungai yang menjadi sumber suplai air yang dialirkan ke sebuah pusat komersial di Shanghai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china babi
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top