Kampanyekan Gerakan Indonesia Melayani, PAN-RB Gandeng KPI

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menggandeng Komisi Penyiaran Indonesia untuk menyosialisasikan gerakan Indonesia Melayani.
Thomas Mola | 23 Agustus 2017 20:20 WIB
Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur (kanan) bersama Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (kiri). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menggandeng Komisi Penyiaran Indonesia untuk menyosialisasikan gerakan Indonesia Melayani. Gerakan tersebut merupakan aplikasi dari Instruksi Presiden No. 12/2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental.

Menteri PAN-RB Asman Abnur mengatakan, salah satu program dari Inpres yang menjadi tugas Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi adalah Gerakan Indonesia Melayani.

Dia menuturkan, meskipun pemerintah sudah melakukan banyak lompatan dan terobosan termasuk dalam pelayanan publik, tetapi Gerakan Indoensia Melayani belum banyak diketahui oleh masyarakat.

Hal tersebut disebabkan kurang optimalnya ekspose di media massa. Padahal, ekspektasi masyarakat terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik begitu tinggi.

"Untuk itu, ada dua hal yang harus kami pacu dan upayakan, yakni kerja nyata untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta publikasi atas capaian kerja nyata tersebut melalui media massa yang dilakukan secara intensif dan masif," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (23/8/2017).

Asman menuturkan kesepahaman bersama melalui penandatanganan nota kesepahaman menjadi sangat penting, KPI diharapkan dapat memfasilitasi komunikasi dengan lembaga penyiaran untuk turut menyosialisasikan dan mendiseminasikan Program Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, khususnya terkait Program Gerakan Indonesia Melayani.

Menurutnya banyak hal yang perlu dipublikasikan bersama, antara lain penyelenggaraan kompetisi inovasi pelayanan publik sebagai wujud dari kebijakan One Agency, One Innvation dan merupakan aktualisasi dari fokus penyempurnaan standar pelayanan dan sistem pelayanan yang inovatif, yang setiap tahun pesertanya meningkat signifikan.

Dari 515 inovasi pada 2014 menjadi 1.189 inovasi pada 2015, meningkat lagi menjadi 2.476 pada 2016, serta 3.054 pada 2017. Peserta kompetisi inovasi pelayanan publik tersebut bukan hanya dari kementerian/lembaga, tetapi juga tersebar dari berbagai daerah provinsi, serta daerah kabupaten/kota.

"Banyaknya peserta dengan berbagai inovasi yang diusung tersebut mencerminkan besarnya antusiasme aparatur pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui berbagai kegiatan inovatif," tambahnya.

Ketua KPI Yuliandre Darwis mengatakan kesiapannya dalam mendukung program program pemerintah. Menurutnya, mainset masyarkat harus berubah seiring dengan perubahan yang dilakukan pemerintah.

"Kami ingin mindset masyarakat terhadap pemerintah berubah, yang tadinya menilai bahwa pemerintah tidak melakukan apa apa menjadi sesuatu yang diinginkan masyarakat itu sendiri. Kami support keinginan Menteri PANRB, untuk pelayanan publik yang lebih baik lagi," tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
komisi penyiaran indonesia, kementerian pan-rb, asman abnur, gerakan indonesia melayani

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top