Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nokia dan Xiaomi Teken Kesepakatan Paten

Perusahaan peralatan telekomunikasi asal Finlandia, Nokia dan Xiaomi mendatangani kesepakatan perjanjian lisensi paten sebagai bagian akuisisi teknologi terkini untuk mendorong ekspansi global.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 06 Juli 2017  |  15:33 WIB
Nokia dan Xiaomi Teken Kesepakatan Paten
www.livemint.com
Bagikan

Bisnis.com, HELSINKI — Perusahaan peralatan telekomunikasi asal Finlandia, Nokia dan Xiaomi mendatangani kesepakatan perjanjian lisensi paten sebagai bagian akuisisi teknologi terkini untuk mendorong ekspansi global.

Entah siapa yang paling diuntungkan dari kesepakatan ini, tetapi pembuat telepon pintar asal China ini mendapatkan hak penggunaan atas kekayaan intelektual yang dimiliki Nokia.

Berdasarkan kesepakatan dua perusahaan, Xiaomi akan membeli paten dari Nokia untuk jumlah yang tidak diungkapkan, dengan kesepakatan pembagian hak lisensi yang signifikan.

Meski tidak dijelaskan mendetail, kesepakatan ini mencakup pembagian hak lisensi silang untuk paten standar di masing-masing perusahaan. Nokia juga akan menyediakan peralatan infrastruktur jaringan untuk Xiaomi sebagai bagian kesepakatan.

“Xiaomi adalah salah satu perusahaan telepon pintar terkemuka di dunia dan kami senang mencapai kesepakatan dengan mereka,” tutur Chief Executive Nokia Rajeev Suri.

Sebelumnya, Nokia memang sudah memiliki kesepaktan lisensi dengan Apple dan Samsung Electronics, namun kesepakatan dengan Xiaomi menandai perjanjian pertama yang dilakukan oleh perushaaan Finlandia dengan pembuat ponsel China.

Dari kesepakatan ini, semakin meningkatkan portofolio Xiaomi yang tahun lalu setidaknya telah membeli 1.500 hak paten dari Microsoft Corp., dan diharapkan membantu mengatasi potensi masalah hukum di luar negeri.

Kinerja Xiaomi yang tergelincir dari peringkat atas telepon pintar global sejak 2014, berusaha kembali meningkatkan kinerja melalui investasi di toko ritel dan menyempurnakan ekspansi luar negeri.

Saat ini, Xiaomi fokus untuk memperbesar pasar di negara-negara berkembang, seperti India, Rusia dan Indonesia.

“Kami hanya menginginkan aset yang baik. Jadi kedua belah pihak dapat mendapatkan apa saja yang diinginkan,” tutur Wang Xiang, Kepala Pelayanan Internasional Xiaomi.

Setelah menjadi vendor telepon pintar di Negeri Tirai Bambu, penjualan Xiaomi sempat merosot pada 2016, dan tertinggal dari sesama pemain lokal, seperti Huawei Technologies Co.

Bagi Nokia, hak paten mewakili sebagain besar pendapatannya. Karena lebih dari 90% industrinya berasala dari peralatan jaringan telekomunikasi. Perusahaan yang jaya sebelum era telepon pintar ini, membangun katalog patennya ketika perusahaan sedang mendominasi bisnis ini.

Teknologi yang dikembangkan mencakup peralatan yang dihadirkan untuk mengurangi kebutuhan akan hardware di telepon, menghemat baterai hingga meningkatkan penerimaan radio.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

paten

Sumber : Bloomberg/Reuters

Editor : M. Taufikul Basari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top