Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lebaran 2017: Karantina Bakauheni Musnahkan 2 Ton Daging Celeng Ilegal

Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 2 ton daging celeng ilegal via Pelabuhan Bakauheni selama masa Lebaran 2017.
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 02 Juli 2017  |  09:31 WIB
Lebaran 2017: Karantina Bakauheni Musnahkan 2 Ton Daging Celeng Ilegal
Babi hutan - Ilustrasi/forumhijau.com

Bisnis.com, PALEMBANG – Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 2 ton daging celeng ilegal via Pelabuhan Bakauheni selama masa Lebaran 2017.

Penanggung Jawab Wilayah Kerja Pelabuhan Bakauheni Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Bandar Lampung Azhar mengungkapkan daging celeng tersebut diamankan petugas pada Rabu (21/6/2017) malam. Alasannya, pemilik angkutan tidak melengkapi surat keterangan kesehatan tatkala diperiksa di area karantina Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

“Daging celeng hendak dibawa dari Bengkulu menuju Solo. Besoknya, Kamis [22/6/2017] daging celeng 2 ton itu langsung dimusnahkan,” katanya saat dihubungi Bisnis.com, Sabtu (1/7/2017).

Azhar menjelaskan pengawasan daging celeng menjadi tantangan terberat bagi BKP Kelas I Bandar Lampung. Sebagai pembanding, pasa musim Lebaran 2015 otoritas karantina menggagalkan pengiriman 33 ton celeng ilegal.

Menurut dia, modus pemilik maupun pengangkut daging celeng ilegal agar lolos semakin canggih. “Apalagi sekarang pengiriman ada dua jalur yakni di Pelabuhan Bakauheni dan Panjang. Mereka mempelajari kelengahan kami,” ujarnya.

Kendati telah memakai operasi karantina standar, BKP Kelas I Bandar Lampung masih menghadapi penolakan dari sebagian pelaku. Azhar mencontohkan kasus paling anyar adalah gugatan praperadilan atas penyitaan nugget, sosis, bakso tanpa dokumen resmi di Pengadilan Negeri Kalianda. Barang tersebut diamankan ketika masuk ke Pelabuhan Bakauheni dari Pelabuhan Merak.

“Kami dituntut Rp1,037 miliar. Tapi praperadilan ditolak saat perkara diputus PN Kalianda pada 17 Juni lalu. Barang-barangnya lagi tunggu pemusnahan,” tuturnya.

Azhar memastikan produk yang disita BKP tersebut dibawa tidak sesuai dengan alat angkutnya. Selain itu, pemilik barang tidak melapor kepada otoritas karantina di Pelabuhan Merak sehingga mengabaikan setoran pungutan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

“Apa boleh buat, siapa pun harus ikuti aturan yang berlaku walaupun dia bisa melontarkan berbagai alasan,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bakauheni karantina daging celeng
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top