Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jokowi Ingin Investment Grade Genjot Sektor Riil

Presiden Joko Widodo ingin status layak investasi, dari tiga lembaga pemeringkat internasional yang sudah disandang Indonesia, dapat mendorong sektor riil untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Gloria Natalia Dolorosa
Gloria Natalia Dolorosa - Bisnis.com 29 Mei 2017  |  17:08 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) dan Seskab Pramono Anung tertawa lepas saat menuju ruang Teratai untuk memimpin rapat terbatas tindak lanjut KTT One Belt One Road di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (22/5). - Antara/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) dan Seskab Pramono Anung tertawa lepas saat menuju ruang Teratai untuk memimpin rapat terbatas tindak lanjut KTT One Belt One Road di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (22/5). - Antara/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, BOGOR – Presiden Joko Widodo ingin status layak investasi, dari tiga lembaga pemeringkat internasional yang sudah disandang Indonesia, dapat mendorong sektor riil untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Presiden menyatakan hal tersebut saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Bogor, Senin (29/5/2017). Tiga topik dibahas dalam sidang kali ini. Mereka adalah persiapan menghadapi Idulfitri 1438 H/2017 M, pemantauan harga-harga bahan pokok, dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Presiden mengatakan Indonesia harus menindaklanjuti pemberian status investment grade dari Standard & Poor’s (S&P) dengan cara menggenjot sektor rill guna menyokong ekonomi Indonesia.

“Saya minta agar ada tindak lanjut sehingga efek positif itu tidak hanya dinikmati pada investasi di portofolio, di saham, tetapi efek positif yang juga bisa mendorong sektor riil untuk menumbuhkan perekonomian kita,” kata Presiden Joko Widodo, Senin (29/5/2017).

Pada 19 Mei 2017, S&P menaikkan sovereign credit rating Indonesia dari BB+ menjadi BBB- dengan outlook stabil. Dengan begitu, status layak investasi (investment grade) telah disandang Indonesia dari tiga lembaga pemeringkat internasional, yakni S&P, Fitch Ratings, dan Moody’s.

Presiden Joko Widodo menuturkan status layak investasi yang sudah diraih Indonesia menunjukkan bahwa Indonesia mampu mengelola ekonomi dengan baik, dari sisi fiskal dan moneter. Maka, langkah selanjutnya yakni mendorong status layak investasi ini dapat dimanfaatkan oleh pelaku sektor rill dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat.

“Tetapi yang paling penting adalah bagaimana mendorong efek positif dari investment grade ini betul-betul bisa dirasakan manfaatnya oleh rakyat, sehingga tadi saya sampaikan agar ini didorong oleh kementerian terkait agar sektor riil juga ikut bergerak,” ujar Presiden.

Peringkat layak investasi yang sudah diraih Indonesia diprediksi sejumlah analis dapat memacu arus modal masuk ke Indonesia. Presiden mengingatkan ganjalan terhadap arus modal masuk harus segera diperbaiki, salah satunya prosedur perizinan. Kepala Negara meminta prosedur perizinan disederhanakan.

“Ini betul-betul dilihat lebih rinci lagi agar perizinan yang menghambat itu betul-betul bisa disederhanakan sehingga harus masuk investasi yang ada betul-betul tidak terganggu oleh karena kerumitan di bidang perizinan,” tegas Presiden Joko Widodo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi presiden fitch ratings investment grade s&p moody's
Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top