Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gubernur Lemhanas: Masyarakat Harus Tahan Diri

Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) mengingatkan semua pihak dapat menahan diri dalam menyampaikan aspirasi sehingga tidak memecah keutuhan bangsa dan mampu memperkokoh kerangka bernegara.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 17 Mei 2017  |  21:58 WIB
Gubernur Lemhanas Agus Widjojo (kiri) seusai dilantik Presiden Joko Widodo - Bisnis/Antara
Gubernur Lemhanas Agus Widjojo (kiri) seusai dilantik Presiden Joko Widodo - Bisnis/Antara

Kabar24.com, JAKARTA - Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) mengingatkan semua pihak dapat menahan diri dalam menyampaikan aspirasi sehingga tidak memecah keutuhan bangsa dan mampu memperkokoh kerangka bernegara.

Gubernur Lemhanas Agus Widjojo mengatakan saat ini sejumlah fenomena geopolitik membutuhkan keputusan stategis dari Pemerintah Indonesia. Kebijakan berbagai negara di dunia terlihat mementingkan negara, seperti yang dilakukan Amerika Serikat dengan konsep America First.

"Untuk itu [kebijakan ke depan] bagaimana Indonesia lebih mandiri serta lebih cair menghadapi perkembangan strategis [diberbagai wilayah ini]," kata Agus di sela paparan persiapan Jakarta Geopolitical Forum.

Jakarta Geopolitical Forum akan digelar di Jakarta pada 18—20 Mei 2017 dengan menghadirkan sejumlah pembicara dari dalam negeri maupun luar negeri.

Agus menuturkan tren keamanan global melawan terorisme dan radikalisme, termasuk didalamnya globalisasi ekonomi, ternyata tidak berjalan ke arah yang diperkirakan.  Menurutnya, tren di dunia justru menjadi proteksinosme.

"Adanya ideologi ekstremis tidak dilepaskan dari ideologi yang ada di dalam negeri [gejolak di tengah masyarakat]," katanya.

Agus menyatakan untuk menstabilkan keadaan diperlukan upaya semua pihak agar masyarakat kembali memiliki kepercayaan kepada institusi yang berwenang dan siapa yang dapat dipercaya.

Gelombang ketidak percayaan masyarakat kepada institusi berwenang ini juga disampaikan oleh Guru Besar Institut Pertanian Bogor Bomer Pasaribu. 

Dia menyatakan persoalan penyampaian pandangan ketidakpuasan yang berawal dari kesenjangan sosial dan ekonomi yang melebar, harus segera diperbaiki.

Masyarakat menilai buruk seluruh lembaga entah itu penegak hukum, legislatif hingga eksekutif. Hal ini dapat mengakibatkan munculnya beragam persoalan baru di tengah masyarakat. “Bangsa ini dilanda distrust, siapa yang bisa dipercaya,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lemhanas nkri
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top