Bisnis.com, JAKARTA -- Keempat kreditur PT Bumimas Inti Cemerlang menolak mentah-mentah proposal perdamaian yang diajukan oleh debitur.
Dengan begitu, perusahaan penerbit surat utang jangka menengah atau medium term note (MTN) ini berakhir pailit. Perkara ini terdaftar dengan No23/Pdt.Sus-PKPU/2017/PN.Jkt.Pst.
Salah satu pengurus PKPU Bumimas Inti Cemerlang Jansen Ginting mengatakan debitur tidak berhasil meyakinkan kreditur atas proposal perdamaian.
"Hasil agenda pemungutan suara [voting] empat kreditur menyatakan menolak proposal perdamaian," katanya, Rabu (3/5/2017).
Keempat kreditur tersebut, lanjut Jansen, mewakili 100% suara, dengan nilai tagihan Rp21 miliar. Sehingga, hasil voting telah sesuai dengan Pasal 281 UU No. 37/2004 tentang Kepailitan dan PKPU.
Dalam agenda voting, keempat kreditur yakni Tjiong Bing Djiang, Laniwati Onggowinarso, Antonius Edhie Santoso dan Jong Pongki menilai proposal perdamaian yang ditawarkan debitur tidak realistis.
Kuasa hukum salah satu kreditur Andri Sinaga menuturkan rencana perdamaian tidak sesuai dengan kemauan pemberi pinjaman. Pasalnya, debitur menawarkan aset tanah untuk membayar kewajiban. Padahal, kreditur meminta kewajibannya dibayar secara tunai.
"Kami tidak mau jika piutang kami dialihkan dengan aset," tuturnya.