Usai Pilpres Prancis, Peringkat Orang Terkaya Dunia Berubah, Ini Perinciannya

Penguatan euro terhadap dolar AS dan melonjaknya saham-saham Eropa pascapemilihan Presiden Prancis dilakukan, rupanya membuat nilai kekayaan sejumlah miliarder dunia berubah.
Yustinus Andri DP | 25 April 2017 11:19 WIB
Nilai kekayaan pemilik perusahaan ritel raksasa Eropa, Amancio Ortega, melampaui kekayaan pendiri Amazon.com Jeff Bezos. - Bloomberg

Kabar24.com, JAKARTA—Penguatan euro terhadap dolar AS dan melonjaknya saham-saham Eropa pascapemilihan Presiden Prancis dilakukan, rupanya membuat nilai kekayaan sejumlah miliarder dunia berubah.

Seperti dikutip dari Bloomberg Billionaires Index, Selasa (25/4/2017), orang-orang terkaya di Eropa berhasil menambah kekayaannya hingga US$27,5 miliar pada Senin (24/4/2017) waktu setempat. Secara regional, nilai kekayaan taipan asal kawasan Eropa naik 2,6% dan menjadi yang tertinggi dibandingkan kawasan lain.

Pemilik perusahaan ritel raksasa Eropa, Amancio Ortega, menjadi orang yang mendapat keuntungan terbesar pekan ini. Dia mendapat keuntungan US$2,7 miliar. Nilai kekayaan pendiri perusahaan Zara tersebut berhasil melampaui kekayaan pendiri Amazon.com Jeff Bezos.

Alhasil, Ortega berhasil menempati posisi kedua orang terkaya dunia. Sementara itu, peringkat satu masih milik Bill Gates, yang berhasil menambah kekayaannya hingga US$764 juta pada periode yang sama.

Seperti diketahui, usai hasil pemilu Presiden Prancis diumumkan akhir pekan lalu, bursa Eropa berhasil melonjak ke level tertingginya selama 17 bulan. Hal itu tak lepas dari positifnya respon pasar atas hasil pilpres tahap pertama tersebut.

Pasalnya, dalam pemilu tahap pertama itu berhasil meloloskan Emmanuel Macron ke pemilu tahap dua. Dia bersama calon presiden dari partai sayap kanan Marine Le Pen, berhasil menyisihkan tiga kandidat lainnya yakni Francois Fillon, Jean-Luc Mélenchon, dan Benoît Hamon.

Sejumlah pengamat mengatakan, kenaikan optimisme pasar ini lebih disebabkan oleh besarnya peluang Macron memenangi kontestasi pemilihan presiden di Prancis. Macron dinilai pasar akan membawa Prancis dan Uni Eropa terhindar dari gejolak politik karena dianggap ramah bisnis dan pro-Uni Eropa.

 Adapun, salah satu lembaga survei yang memprediksikan kemenangan Macron di putaran kedua  pada 7 Mei adalah Ipsos. Lembaga itu memprediksi, calon presiden yang mengusung isu perlindungan buruh dan pro-Uni–Eropa itu akan meraup 62% suara.

“Hasil ini mencerminkan optimisme bahwa risiko gejolak politik dari Uni Eropa bakal mengecil. Sektor perbankan eropa akan mendapatkan keuntungan dari situasi ini,” ujar Jonathan Stubbs dari Citigroup Inc. seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (25/4/2017).

Sumber : Bloomberg

Tag : uni eropa, orang terkaya, Pilpres Prancis
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top