Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Bangun Rumah Sakit di Rakhine, Myanmar. Ini Pesan Wapres JK

Wapres mengharapkan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, dapat selesai pada 2017.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Maret 2017  |  14:05 WIB
Indonesia Bangun Rumah Sakit di Rakhine, Myanmar. Ini Pesan Wapres JK
Ilustrasi: Anak-anak Muslim Rohingya di desa U Shey Kya, pinggiran Maungdaw, negara bagian Rakhine, Myanmar (27/10/2016). - Reuters/Soe Zeya Tun
Bagikan

 

Kabar24.com, JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla mendorong pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Negara Bagian Rakhine, Myanmar selesai tak terlalu lama.   

Wapres mengharapkan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, dapat selesai pada 2017.

"Kata Pak Wapres, satu tahun harus selesai. Akhir bulan ini kita kirim tim ke sana, tim teknis mempelajari a-z laah. Cari kontraktornya, MoU-nya, stakeholder-nya, segala macamlah," kata Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dr Sarbini Abdul Murad di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (17/3/2017).

MER-C pertama kali mengajukan usulan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Rakhine kepada Wapres pada Juni 2016, untuk meminta dukungan menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) dan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi).

Sarbini mengatakan sejak saat itu, MER-C telah berhasil menghimpun dana sebesar Rp30 miliar yang berasal dari PMI sebesar Rp10 miliar, MER-C Rp10 miliar, dan donatur lainnya Rp10 miliar.

"Total dana tersebut untuk pembangunan rumah sakit dan alat kesehatan, untuk rumah sakit saja Rp18 miliar," kata dia.

Sarbini menambahkan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Rakhine akan dimulai pada bulan April 2017, di Mrauuk-U, Rakhine, sebuah daerah yang ditinggali warga Muslim Rohingya dan Buddhis.

"Rumah sakit adalah suatu tempat yang netral, tempat berkumpulnya orang-orang lintas agama, lintas status sosial, bahkan interaksi Muslim dan Buddha menyatu, sehingga diharapkan timbul kedekatan dan rasa percaya saling percaya," kata dia.

"Kita harapkan mereka bisa menerima satu sama lain," lanjut Sarbini.

Selain itu, Sarbini mengatakan bahwa Wapres juga mengharapkan agar Rumah Sakit Indonesia di Rakhine dapat memberikan gambaran tentang kehidupan antarumat beragama di Indonesia yang bisa saling bertoleransi dan menghormati.

Hadir pula dalam rapat di Istana Wapres tentang pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Rakhine, antara lain perwakilan Walubi, PMI, Muhammadiyah, Dompet Dhuafa, dan Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

myanmar rohingnya Rakhine State

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top