Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

UIN Jakarta Kembangkan Wawasan Islam Garis Tengah

Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mengembangkan wawasan keislaman yang wasathiyah atau Islam garis tengah yang akan dirancang masuk kurikulum dengan rekontruksi yang modern.
Nurudin Abdullah
Nurudin Abdullah - Bisnis.com 28 Februari 2017  |  14:15 WIB
UIN Jakarta Kembangkan Wawasan Islam Garis Tengah
Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta - youtube

Kabar24.com, JAKARTA-Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mengembangkan wawasan keislaman yang wasathiyah atau Islam garis tengah yang akan dirancang masuk kurikulum dengan rekontruksi yang modern.

Dede Rosyada, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mengatakan ada 3 pemikiran yang berkembang di kampus perguruan tinggi Islam yang dipimpinnya yaitu ultra kanan, ultra kiri dan Islam Wasathiyah.

“Pemikiran ultra kanan cirinya banyak mengeluarkan larangan, sedangkan ultra kiri yang serba permisif, sementara Islam Wasathiyah atau Islam garis tengah berada di antara keduanya [ultra kanan dan ultra kiri],” katanya, Selasa (28/2/2017).

Menurutnya, dalam setiap kasus yang menimbulkan kontoversi jangan selalu diidentikkan dengan produk pemikiran UIN Jakarta, sebab pemikiran yang disebut produk UIN Jakarta adalah yang dikeluarkan secara remsi dan rekoranya.

Dede dalam situs resmi UIN Jakarta mengatakan pihaknya ketika menerima kunjungan 6 orang delegasi Iran untuk melalakukan inisiasi kerja sama dalam bidang pendidikan, karena UIN siap bekerja sama dengan lembaga mana pun di bidang akademik.

Namun, dengan adanya kunjungan delegasi Iran tersebut Rektor UIN dibully dan dianggap pro Syiah. Namun, sebaliknya tidak ada reaksi negative ketika UIN Jakarta bekerja sama dengan berbagai univesitas ternama dari Eropa dan Australia yang jelas mereka nonmuslim.

Dede membandingkan ketika UIN Jakarta menjalin kerja sama dengan universitas-universitas di Eropa atau Amerika, tidak ada orang yang mempermasalahkan, padahal jelas-jelas mereka mayoritas non-muslim.

“Yang menjadi problem kami sekarang adalah Islam Wasathiyah belum tersosialisasi dengan baik kepada para mahasiswa, sementara mereka mempunyai tradisi yang berbeda,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mahasiswa UIN Jakarta
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top